Izara Aishah Minta Maaf kepada Lesti Kejora

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Persoalan yang melibatkan penyanyi Indonesia Lesti Kejora dan Izara Aishah, menantu penyanyi Malaysia Siti Nurhaliza, menjadi perhatian publik setelah muncul teguran terkait sikap rombongan di belakang panggung konser Gema Bumantara di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, pada 17 Oktober 2026.

Polemik bermula ketika Izara mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial. Ia menilai ada perilaku rombongan yang kurang sopan saat berada di area belakang panggung. Unggahan tersebut kemudian menjadi perbincangan luas dan memunculkan beragam tanggapan dari warganet.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Izara selanjutnya menyampaikan permintaan maaf kepada Lesti. Ia mengakui bahwa menyampaikan teguran secara terbuka bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan persoalan. Dalam pernyataannya, Izara menulis, “Saya mohon maaf atas adab saya yang tidak sempurna menegur secara terbuka.” Ia juga menyadari bahwa penyampaian kritik di ruang publik berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

Di sisi lain, Lesti memberikan penjelasan mengenai kejadian yang menjadi sorotan tersebut. Ia menyebut dirinya tidak berada di lokasi ketika insiden berlangsung. Berdasarkan informasi yang diterimanya, peristiwa itu melibatkan seorang kerabat yang datang untuk memberikan dukungan, bukan anggota tim profesionalnya.

Lesti menjelaskan bahwa kerabat tersebut sedang menggendong anaknya saat hendak berfoto bersama Siti Nurhaliza. Dalam situasi itu, seorang petugas keamanan disebut melarang anak tersebut menyentuh Izara dengan nada yang dinilai keras. Kejadian tersebut membuat kerabat Lesti terkejut. Meski demikian, Lesti tetap menyampaikan permohonan maaf apabila peristiwa itu menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak lain.

“Sungguh, tidak pernah ada niat dari saya maupun orang-orang yang hadir mendukung saya bersikap tidak sopan atau tidak menghargai siapa pun,” demikian pernyataan Lesti dalam klarifikasinya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud merendahkan atau mengabaikan siapa pun yang terlibat dalam acara tersebut.

Peristiwa ini memperlihatkan bagaimana perbedaan persepsi dalam sebuah interaksi dapat berkembang menjadi persoalan di media sosial. Izara telah mengakui kekeliruan dalam cara menyampaikan teguran, sementara Lesti memberikan penjelasan berdasarkan informasi yang diterimanya. Kedua pernyataan tersebut menjadi bagian penting untuk memahami persoalan secara utuh tanpa menghakimi pihak mana pun sebelum seluruh fakta terverifikasi. (*)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.