JAKARTA, Radarjakarta.id – Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 tidak lagi hanya menjadi ruang bagi insan pers. Pada penyelenggaraan tahun ini, Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk turut ambil bagian melalui kategori video.
Pendaftaran kompetisi tersebut resmi dibuka pada 8 hingga 22 Oktober 2026. Mengusung tema “73 Tahun KPU RI Kawal Demokrasi Indonesia”, Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 diharapkan menjadi wadah bagi jurnalis maupun masyarakat untuk merekam berbagai pengalaman dan perspektif tentang pemilu serta perjalanan demokrasi Indonesia.
Ketua Panitia Pelaksana Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 yang juga Sekretaris Jenderal KPP DEM, Nopri Agustian mengatakan, perubahan tersebut dilakukan untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan informasi dan cerita mengenai pemilu.
“Kami berharap Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 dapat menjadi ruang yang semakin luas bagi jurnalis maupun masyarakat untuk menyampaikan gagasan, pengalaman, dan perspektifnya mengenai pemilu dan demokrasi Indonesia,” kata Nopri.
Ia menjelaskan, keterlibatan masyarakat tidak hanya ditujukan untuk menambah jumlah peserta, tetapi juga untuk menghadirkan sudut pandang yang lebih beragam mengenai penyelenggaraan pemilu.
“Melalui karya jurnalistik dan konten kreatif yang dihasilkan, kami ingin mendorong semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam proses sosialisasi dan edukasi kepemiluan,” ujarnya.
Kategori Video Dibuka untuk Masyarakat
Anugerah Jurnalistik KPU RI 2026 mempertandingkan tiga kategori, yaitu karya tulis jurnalistik, foto, dan video.
Khusus kategori video, terdapat perubahan dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini, peserta tidak hanya berasal dari kalangan jurnalis, tetapi juga masyarakat umum, termasuk mahasiswa dan warga.
Menurut Nopri, pembukaan kategori tersebut diharapkan dapat memperkaya cerita mengenai demokrasi Indonesia karena masyarakat memiliki pengalaman langsung dalam berbagai tahapan pemilu.
“Khusus kategori video, tahun ini kami memberikan ruang yang lebih luas karena dapat diikuti masyarakat umum, termasuk mahasiswa dan warga. Harapannya, semakin banyak perspektif masyarakat yang muncul dan dapat menjadi bagian dari cerita tentang perjalanan demokrasi serta penyelenggaraan pemilu di Indonesia,” ungkapnya.
Sementara itu, kategori karya tulis jurnalistik juga mengalami perubahan. Peserta kini dapat mengikutsertakan karya berupa opini atau esai, selain karya jurnalistik lainnya. Ketentuan tersebut berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang lebih terbatas pada karya hard news.
Adapun kategori foto pada dasarnya masih menggunakan ketentuan yang relatif sama dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya.











