JEMBER, RadarJakarta.id – Rumah Sakit DKT Jember menggelar kegiatan Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) di MAN 1 Jember, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan tersebut bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi darurat medis.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ikhsan Dimyati, S.Pd., M.Pd.I. Selanjutnya, sambutan Kepala MAN 1 Jember yang diwakili Wakil Kepala Madrasah bidang Humas, Drs. M. Natsir Firdaus.
Dalam sambutannya, M. Natsir Firdaus menyampaikan apresiasi kepada RS DKT Jember yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pengetahuan dan keterampilan mengenai BHD penting dimiliki para siswa sebagai bekal menghadapi situasi kegawatdaruratan, baik di lingkungan madrasah maupun di tengah masyarakat.
“Pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar sangat penting bagi para siswa, sehingga mereka memiliki bekal untuk mengantisipasi dan memberikan pertolongan awal ketika menghadapi situasi gawat darurat,” ujar M. Natsir Firdaus.
Sementara itu, Kepala RS DKT Jember, Letkol Ckm dr. Zaltonys Tolombot, Sp.M, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi. Ia menekankan pentingnya memberikan respons secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat, terutama pada korban henti jantung maupun sumbatan jalan napas.
Menurutnya, kemampuan memberikan pertolongan awal secara tepat dapat menjadi langkah penting dalam upaya menyelamatkan nyawa sebelum korban mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
“Dalam kondisi kegawatdaruratan, respons yang cepat dan tepat sangat penting. Bantuan awal yang diberikan dengan benar dapat membantu meminimalkan risiko kematian sebelum pasien mendapatkan pertolongan medis lebih lanjut,” kata dr. Zaltonys.
Siswa Antusias Praktik BHD
Puncak kegiatan diisi dengan penyampaian materi dan praktik Bantuan Hidup Dasar yang dipandu dr. Fengky bersama tim medis RS DKT Jember.
Para siswa tidak hanya mendapatkan penjelasan secara teori, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung. Materi yang diberikan antara lain pemeriksaan kesadaran, melakukan panggilan darurat, penanganan korban pingsan, hingga teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP).
Suasana aula MAN 1 Jember tampak penuh antusiasme. Para siswa aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan dan mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan teknik pertolongan secara bergantian.
Dalam simulasi RJP, misalnya, para siswa dibimbing untuk memastikan posisi tangan, kedalaman, serta ritme tekanan dada dilakukan dengan tepat. Interaksi antara instruktur dan peserta membuat kegiatan berlangsung secara aktif dan interaktif.
Pelatihan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama, tetapi juga menumbuhkan keberanian, kepedulian, dan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi darurat.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap keselamatan sesama serta dapat memberikan pertolongan awal secara tepat sebelum bantuan medis tiba.
Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan penyerahan cinderamata secara simbolis dari pihak RS DKT Jember kepada MAN 1 Jember. Penyerahan tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus komitmen dalam memperkuat kerja sama edukasi kesehatan di lingkungan pendidikan.











