SURAKARTA, Radarjakarta.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan prajurit Batalyon Arhanud 10/ABC di kancah olahraga nasional. Pratu Wipmal berhasil meraih Juara 1 Kelas I Putra Kategori Dewasa TNI/POLRI pada Kejuaraan Pencak Silat Open Tournament Tingkat Nasional “Piala Panglima TNI” Tahun 2026.
Kejuaraan bergengsi yang mempertemukan atlet-atlet terbaik dari jajaran TNI dan POLRI tersebut berlangsung selama tiga hari, 11–13 September 2026, bertempat di GOR Indoor Manahan Surakarta, Jalan Adi Sucipto No. 2, Manahan, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta.
Keberhasilan Pratu Wipmal meraih podium tertinggi bukanlah hasil yang diraih dengan mudah. Berbekal latihan yang disiplin, ketahanan fisik yang prima, serta mental juang dan semangat pantang menyerah, ia mampu melewati persaingan ketat dengan para atlet pencak silat terbaik lainnya dari berbagai daerah di Indonesia.
Penampilan gemilang Pratu Wipmal di arena tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Yonarhanud 10/ABC, tetapi juga menjadi wujud nyata profesionalisme prajurit TNI dalam mengembangkan kemampuan dan potensi diri. Prestasi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembinaan prajurit tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas pokok pertahanan, tetapi juga mencakup pengembangan bakat dan prestasi di bidang olahraga.
Komandan Batalyon Arhanud 10/ABC menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian yang berhasil ditorehkan Pratu Wipmal di tingkat nasional.
“Prestasi ini merupakan buah dari kedisiplinan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah dalam berlatih. Jadikan pencapaian ini sebagai cambuk semangat, bukan membuat kita cepat berpuas diri. Ingatlah bahwa setiap keberhasilan di arena perlombaan harus diiringi dengan kesiapan untuk terus meningkatkan profesionalisme keprajuritan, menjaga kerendahan hati, serta senantiasa menjadi teladan di mana pun berada,” ujarnya.
Prestasi tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik semangat dan motivasi bagi seluruh prajurit Yonarhanud 10/ABC serta keluarga besar TNI untuk terus mengembangkan potensi dan mengukir prestasi di berbagai bidang.
Pencak silat sebagai salah satu warisan budaya luhur bangsa tidak hanya menjadi sarana bela diri, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, jiwa ksatria, serta nasionalisme yang tinggi.
“Kemenangan sejati seorang prajurit bukan hanya diukur dari medali yang dikalungkan, tetapi dari seberapa besar ia mampu membawa nama baik satuan, menjaga kehormatan bangsa, dan menginspirasi sesama untuk terus memberikan darma bakti terbaik bagi Ibu Pertiwi.”











