PFIJ Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis dan 3 Kru yang Hilang di Selat Sunda

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Solidaritas insan pers kembali menguat menyusul belum ditemukannya lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat menjalankan tugas peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pewarta Foto Indonesia Jakarta (PFIJ) menggelar doa bersama dan aksi solidaritas untuk mendoakan keselamatan delapan orang tersebut. Kegiatan berlangsung di belakang Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2026) malam, mulai sekitar pukul 18.30 WIB.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ratusan jurnalis dari berbagai media hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berkumpul dalam suasana khidmat, sebagai bentuk dukungan moral kepada keluarga serta rekan-rekan yang masih menunggu kabar keselamatan para jurnalis dan kru kapal.

Rombongan tersebut dilaporkan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas jurnalistik. Berdasarkan sejumlah laporan yang mengacu pada informasi Basarnas, komunikasi terakhir salah satu anggota rombongan tercatat sekitar pukul 14.42 WIB ketika titik lokasi dibagikan kepada rekan di Lampung.

Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu Agency, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas. Mereka bersama tiga kru kapal, yakni nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan pemandu.

Hingga Jumat (11/9/2026), pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan. Pewarta Foto Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung operasi pencarian. PFI sebelumnya meminta agar pencarian diperluas, termasuk menyisir sejumlah pulau di sekitar kawasan Gunung Anak Krakatau seperti Pulau Sertung dan Pulau Panjang.

Kabar hilangnya rombongan tersebut juga menjadi perhatian luas di ruang digital. Sejumlah pemberitaan media mencantumkan materi yang beredar di Instagram dan TikTok terkait insiden tersebut. Namun, informasi dari media sosial tetap perlu diverifikasi melalui sumber resmi, terutama Basarnas, kepolisian, dan pihak berwenang lainnya, sebelum dijadikan fakta pemberitaan.

Doa bersama PFIJ menjadi simbol solidaritas sekaligus pengingat bahwa di balik setiap tugas jurnalistik terdapat risiko yang harus dihadapi para pewarta di lapangan. Para jurnalis yang hadir berharap operasi SAR segera menemukan delapan orang tersebut dalam keadaan selamat dan dapat kembali berkumpul bersama keluarga serta rekan-rekan mereka.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.