DEPOK, Radarjakarta.id – Sejumlah jurnalis di Kota Depok dari berbagai organisasi profesi, seperti Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Pewarta Foto Indonesia (PFI), dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), menggelar doa bersama untuk lima wartawan yang hingga kini masih hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, perairan Pandeglang, Banten.
Doa bersama digelar di Depok Open Space, Balai Kota Depok, Jalan Margonda, Kecamatan Pancoran Mas. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Metro Depok Kombes Pol Christian Rony Putra dan Dandim 0508 Depok Kolonel Inf Ginanjar Wahyutomo.
Kelima jurnalis yang dilaporkan masih hilang kontak tersebut yakni M Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.
Kombes Pol Christian Rony Putra mengatakan, doa bersama menjadi bentuk kepedulian sekaligus harapan agar kelima jurnalis tersebut segera ditemukan dalam kondisi selamat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan pers, untuk bersama-sama mendoakan proses pencarian yang dilakukan oleh Basarnas, TNI, dan Polri.
“Musibah ini tidak hanya menjadi persoalan bagi keluarga maupun rekan seprofesi. Peristiwa ini juga menjadi pengingat pentingnya solidaritas dan empati di tengah masyarakat,” ujar Christian.
Sementara itu, dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga menjadi perhatian jajaran Polres Metro Depok. Personel kepolisian membagikan masker kepada masyarakat di sejumlah persimpangan dan ruas jalan di Kota Depok. Polisi juga melakukan penyiraman di sejumlah titik jalan guna membantu mengurangi debu yang berpotensi beterbangan dan mengganggu aktivitas warga.
Christian mengimbau masyarakat Depok dan sekitarnya agar tidak panik. Menurutnya, kondisi saat ini berangsur membaik dan relatif kondusif. Salah satu indikatornya adalah kembali beroperasinya Bandara Soekarno-Hatta.
Ketua IJTI Kota Depok, Iyung Rizki, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk dukungan moral dari para jurnalis di Kota Depok kepada rekan-rekan seprofesi yang sedang menghadapi situasi darurat.
“Hari ini teman-teman jurnalis yang bertugas di Kota Depok ikut memberikan support kepada teman-teman kita yang masih hilang kontak di Selat Sunda. Ada dari PWI Kota Depok, IJTI, PFI,” katanya.
Iyung berharap kelima jurnalis tersebut, termasuk kru dan awak kapal yang turut berada dalam rombongan, segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Kita berharap teman-teman kita selamat, termasuk kru dan ABK kapal serta kaptennya. Semoga semuanya ditemukan dalam keadaan selamat, tanpa kurang satu apa pun,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh insan pers mendoakan tim TNI, Polri, dan Basarnas yang masih melakukan pencarian di perairan Selat Sunda agar diberikan kekuatan, kesehatan, dan keselamatan dalam menjalankan tugas.
“Kita juga berdoa agar unsur TNI, Polri dan Basarnas yang berjibaku dalam pencarian diberikan kekuatan, kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas. Apalagi mereka juga harus mengantisipasi kemungkinan erupsi susulan atau hal-hal lain yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo atau Dido, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian. Ia menilai para jurnalis yang hilang kontak saat menjalankan tugas peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan bagian dari insan pers yang menjalankan tanggung jawab jurnalistik.
“Pejuang-pejuang jurnalis ini termasuk memperjuangkan kemerdekaan pers yang sudah tercantum dalam Undang-Undang Pers,” kata Dido.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk solidaritas para jurnalis di Depok sembari menunggu kabar mengenai keberadaan kelima rekan mereka. Di tengah situasi bencana, harapan agar seluruh jurnalis, kru, dan awak kapal dapat ditemukan dengan selamat terus disampaikan.|Aji*











