BANDAR LAMPUNG, Radarjakarta.id — Warga di sejumlah wilayah Lampung mulai memburu masker setelah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau menyelimuti sejumlah kawasan. Kondisi tersebut membuat permintaan masker meningkat, sementara pemerintah daerah melakukan berbagai langkah untuk mengurangi dampak abu yang menempel di jalan, kendaraan, dan lingkungan permukiman. Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah terpantau mencapai Lampung dan sejumlah wilayah lainnya.
Di Bandar Lampung, aktivitas masyarakat ikut terdampak. Warga memilih menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah sebagai perlindungan dari paparan abu. Sejumlah laporan media lokal juga menyebut adanya peningkatan permintaan masker hingga persediaan di sejumlah lokasi menjadi terbatas. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap dampak erupsi yang terjadi sejak akhir pekan.
Pemerintah Kota Bandar Lampung merespons kondisi tersebut dengan mengerahkan armada untuk melakukan penyemprotan air di sejumlah ruas jalan yang tertutup abu vulkanik. Langkah ini dilakukan untuk membersihkan endapan abu sekaligus mengurangi kemungkinan abu kembali beterbangan akibat lalu lintas kendaraan.
Selain membersihkan jalan, Pemkot Bandar Lampung juga mengerahkan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi mengenai penanganan paparan abu vulkanik sekaligus membagikan masker secara gratis kepada masyarakat. Dinas Kesehatan menyebut, berdasarkan laporan sementara dari puskesmas, belum ditemukan keluhan kesehatan signifikan di tengah masyarakat.
Langkah kewaspadaan juga dilakukan terhadap kelompok yang lebih rentan, termasuk anak-anak. Pemerintah mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi abu meningkat serta menggunakan masker dan perlindungan mata bila harus keluar rumah. Imbauan tersebut sejalan dengan arahan petugas pemantauan Gunung Anak Krakatau yang meminta masyarakat menggunakan masker dan pelindung mata ketika abu vulkanik turun.
Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar ke lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu. BMKG juga terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan erupsi serta sebaran abu menggunakan pengamatan atmosfer dan citra satelit.
Masyarakat diminta tidak panik dan mengutamakan informasi resmi dari pemerintah, Badan Geologi, PVMBG, BMKG, serta pemerintah daerah. Warga yang tidak memiliki keperluan mendesak dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah, sedangkan mereka yang harus bepergian diminta menggunakan masker dan lebih berhati-hati karena abu vulkanik dapat mengganggu kenyamanan mata, saluran pernapasan, serta jarak pandang.|Uji*











