JAKARTA, Radarjakarta.id — Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri menggeledah sebuah toko emas di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (2/9/2026). Penggeledahan dilakukan sebagai bagian dari pengembangan penyidikan dugaan pengelolaan dan penyelundupan emas ilegal yang diduga melibatkan jaringan internasional.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Mohammad Irhamni membenarkan penggeledahan tersebut. Menurut dia, penyidik masih melakukan pemeriksaan di lokasi untuk menelusuri keterkaitan toko tersebut dengan perkara yang tengah ditangani.
“Penggeledahan toko emas di Ibu Kota, di daerah Jakarta Pusat, Cikini. Rekan-rekan sedang melaksanakan penggeledahan,” kata Irhamni kepada wartawan di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (2/9/2026).
Dari penggeledahan sementara, penyidik menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi atau pemurnian emas. Namun, Bareskrim belum memerinci jenis maupun jumlah barang yang diamankan karena proses penyidikan masih berlangsung.
Irhamni menyebut lokasi tersebut berkaitan dengan jaringan yang diduga memiliki jalur penyelundupan emas menuju China dan Hong Kong. Polisi masih mendalami peran toko emas tersebut serta hubungan para pihak yang diduga terlibat dalam rantai pengolahan hingga pengiriman emas ke luar negeri.
Penggeledahan di Cikini merupakan rangkaian pengembangan perkara setelah penyidik sebelumnya mengungkap dugaan aktivitas pemurnian dan perdagangan emas ilegal di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara. Dalam perkara tersebut, polisi telah menangkap seorang warga negara Indonesia berinisial R, sementara penyidik juga menelusuri dugaan keterlibatan jaringan warga negara asing.
Bareskrim masih melakukan pendalaman untuk memastikan asal-usul emas, mekanisme pengolahan, serta jalur distribusinya. Hingga proses penyidikan selesai, pihak-pihak yang disebut dalam perkara tersebut tetap harus dipandang berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku, sementara polisi dijadwalkan menyampaikan perkembangan penyidikan setelah seluruh rangkaian pemeriksaan dilakukan.***











