JAKARTA, Radarjakarta.id – Minat traveler Indonesia untuk menjelajahi destinasi internasional terus meningkat. Pengalaman yang ingin diwujudkan kini menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan perjalanan, mulai dari menikmati musim dingin dan menyaksikan Aurora Borealis hingga mengeksplorasi Patagonia atau menjalani perjalanan spiritual.
Tren tersebut tercermin dalam data Golden Rama Tours & Travel yang mencatat pertumbuhan pemesanan perjalanan ke luar negeri sebesar 15,4 persen sepanjang 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pemesanan ke destinasi long-haul bahkan tumbuh hampir dua kali lipat, menunjukkan semakin terbukanya minat traveler Indonesia untuk bepergian ke destinasi yang lebih jauh demi mendapatkan pengalaman yang lebih spesifik dan personal.
Fenomena tersebut terjadi di tengah tetap aktifnya pergerakan wisatawan Indonesia ke luar negeri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 823,77 ribu perjalanan penduduk Indonesia ke luar negeri pada Desember 2025, meningkat 1,64 persen secara tahunan.
Menurut Ricky Hilton, General Manager of Communications & CRM Golden Rama Tours & Travel, pertumbuhan perjalanan outbound dan meningkatnya minat terhadap destinasi long-haul menunjukkan adanya perubahan pola pikir masyarakat Indonesia dalam merencanakan perjalanan.
“Keinginan masyarakat Indonesia untuk bepergian terus berkembang, termasuk dalam menentukan jenis pengalaman yang ingin mereka dapatkan. Kami melihat traveler semakin terbuka untuk merencanakan perjalanan ke destinasi yang lebih jauh, terutama ketika mereka memiliki pengalaman spesifik yang ingin diwujudkan,” ujar Ricky.
Pengalaman Jadi Titik Awal Perjalanan
Ricky mengatakan perubahan tersebut terlihat dari semakin beragamnya alasan traveler dalam memilih sebuah perjalanan.
“Hari ini, traveler tidak selalu datang dengan pertanyaan, ‘Saya mau pergi ke negara mana?’ Banyak yang justru memulai dari pengalaman yang ingin mereka dapatkan. Ada yang ingin melihat Aurora, merasakan musim dingin untuk pertama kalinya, menjelajahi budaya yang benar-benar berbeda, atau melakukan perjalanan yang memiliki makna personal dan spiritual. Destinasi tetap penting, tetapi pengalaman kini semakin menjadi titik awal dalam menentukan perjalanan,” katanya.
Untuk periode liburan akhir tahun, pengalaman musim dingin menjadi salah satu pilihan yang semakin menarik perhatian traveler Indonesia.
Salah satunya adalah Harbin, China, yang dikenal dengan musim dingin serta festival es berskala dunia. Destinasi tersebut menawarkan pengalaman bagi traveler yang ingin menikmati suasana bersalju dan atmosfer musim dingin.
Sementara bagi traveler yang ingin mengejar keindahan alam, Golden Rama menghadirkan pilihan perjalanan ke Murmansk dan Rovaniemi, dua destinasi yang dikenal sebagai lokasi untuk menyaksikan fenomena Aurora.
Minat terhadap perjalanan berbasis eksplorasi alam juga semakin berkembang. Salah satu destinasi yang menjadi pilihan adalah Patagonia di Amerika Selatan, yang menawarkan bentang alam spektakuler serta pengalaman menikmati keindahan Iguazu Falls melalui perjalanan menggunakan helikopter.











