JAKARTA, Radarjakarta.id – Di balik proses pembinaan di lingkungan pemasyarakatan, tumbuh berbagai kegiatan produktif yang tidak hanya memberikan aktivitas positif, tetapi juga membekali warga binaan dengan keterampilan untuk menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat.
Salah satunya dilakukan Rutan Kelas I Cipinang melalui pengembangan budidaya 500 ekor ayam petelur sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian.
Program yang dijalankan melalui Bimbingan Kegiatan (Bimgiat) tersebut menjadi wadah pembelajaran langsung bagi warga binaan untuk mengenal dan menjalankan proses peternakan secara bertanggung jawab. Mulai dari pemberian pakan, menjaga kebersihan kandang, memantau kesehatan ternak hingga mengumpulkan hasil produksi telur.
Kegiatan budidaya ayam petelur ini berlangsung di lingkungan Rutan Kelas I Cipinang, Jakarta, Senin (31/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, warga binaan dilibatkan secara aktif dalam seluruh tahapan pemeliharaan.
Dengan pendampingan petugas dan pembina Bimgiat, mereka diberikan pemahaman mengenai tata cara pengelolaan peternakan yang baik, pentingnya kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjaga keberlangsungan usaha produktif.
Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, mengatakan program budidaya ayam petelur merupakan salah satu bentuk komitmen pihaknya dalam menghadirkan pembinaan yang memiliki nilai manfaat nyata dan berkelanjutan bagi warga binaan.
Menurutnya, proses pemasyarakatan tidak hanya bertujuan menjalankan masa pembinaan, tetapi juga harus mampu memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.
“Melalui kegiatan Bimgiat, warga binaan tidak hanya diberikan aktivitas selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga kesempatan untuk mempelajari keterampilan yang dapat dikembangkan dan menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra.
Lebih dari sekadar kegiatan peternakan, program budidaya 500 ayam petelur ini menjadi sarana pembentukan karakter bagi warga binaan. Dalam proses pemeliharaan ternak, mereka dituntut untuk bekerja secara konsisten, teliti, disiplin, dan bertanggung jawab.
Setiap tahapan memiliki peran penting. Kebersihan kandang harus dijaga secara rutin, kebutuhan pakan harus diperhatikan, sementara kondisi kesehatan ayam juga perlu dipantau agar produktivitas ternak tetap optimal.
Melalui aktivitas tersebut, warga binaan mendapatkan pengalaman langsung mengenai bagaimana menjalankan sebuah kegiatan usaha secara terstruktur, mulai dari proses pemeliharaan hingga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.
I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra menilai pembinaan kemandirian akan lebih efektif apabila warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif.
Dengan pengalaman praktik tersebut, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga memahami nilai kerja keras dan tanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dukung Program Ketahanan Pangan
Di sisi lain, pengembangan budidaya ayam petelur juga menjadi bagian dari upaya Rutan Kelas I Cipinang dalam mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Hasil produksi telur yang diperoleh diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan internal. Telur sebagai salah satu sumber protein memiliki nilai penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan yang bergizi.
Dengan demikian, program ini memberikan manfaat ganda, yakni memperkuat kegiatan pembinaan sekaligus mendorong ketersediaan pangan secara produktif dan berkelanjutan.
Pengelolaan peternakan ayam petelur tersebut terus dilakukan dengan pengawasan dan pendampingan pembina Bimgiat. Warga binaan yang terlibat diarahkan untuk memahami standar dasar pemeliharaan ternak, termasuk menjaga sanitasi kandang, ketepatan pemberian pakan, serta pemantauan kondisi ayam secara berkala.
Program tersebut juga menjadi gambaran bahwa pembinaan di dalam lembaga pemasyarakatan terus diarahkan pada kegiatan yang memiliki orientasi masa depan.
Bagi warga binaan, keterlibatan dalam budidaya ayam petelur memberikan pengalaman berharga mengenai arti sebuah proses. Dari kegiatan sederhana seperti membersihkan kandang dan memberikan pakan hingga memanen telur, terdapat pembelajaran tentang konsistensi, ketekunan, kerja sama, dan tanggung jawab.
Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting ketika warga binaan menyelesaikan masa pembinaan dan kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Melalui program Bimbingan Kegiatan (Bimgiat), Rutan Kelas I Cipinang berupaya membangun sistem pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas selama berada di dalam rutan, tetapi juga pada kesiapan individu untuk menjadi lebih mandiri dan produktif.
Di bawah kepemimpinan Kepala Rutan Kelas I Cipinang, I Gusti Lanang Agus Cahyana Putra, pengembangan budidaya 500 ekor ayam petelur diharapkan terus berkembang sebagai bagian dari inovasi pembinaan dan penguatan ketahanan pangan.
Program ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan dapat berjalan seiring dengan kegiatan produktif. Dari kandang ayam hingga telur yang dihasilkan, tumbuh pula harapan agar warga binaan memiliki keterampilan, semangat kemandirian, serta kesiapan untuk membuka lembaran baru dan memberikan kontribusi positif ketika kembali ke masyarakat. | Guffe*










