KARO, Radarjakarta.id – Aktivitas vulkanik Gunungapi Sinabung di Kabupaten Karo mengalami peningkatan signifikan. Setelah mengalami erupsi pada Senin (31/8) pukul 10.17 WIB, status Gunung Sinabung resmi dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai pukul 12.30 WIB.
Erupsi tersebut menghasilkan kolom abu setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak, atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut. Kolom erupsi berwarna hitam dengan intensitas tebal dan condong ke arah timur serta tenggara. Aktivitas erupsi masih berlangsung saat laporan dibuat.
Kapolres Karo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan menyikapi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.
“Kita mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya. Ikuti setiap arahan dari pihak berwenang, khususnya terkait zona yang harus dihindari,” ujar Kapolres Karo.
Berdasarkan data Badan Geologi, peningkatan aktivitas vulkanik Sinabung telah terdeteksi sebelumnya. Sepanjang Agustus 2026 tercatat 141 kali gempa Vulkanik Dalam dan 93 kali gempa Tektonik Jauh. Sebelum erupsi Senin pagi, terekam pula 85 kali gempa Vulkanik, satu kali gempa Hembusan, dan satu kali Tremor Harmonik.
Dengan status Level III (Siaga), masyarakat maupun wisatawan dilarang beraktivitas di desa-desa yang telah direlokasi serta dalam radius 3 kilometer dari puncak Sinabung. Khusus sektor selatan–tenggara, wilayah bahaya diperluas hingga radius 6 kilometer.
Kapolres Karo juga mengingatkan warga di sekitar aliran sungai yang berhulu di Gunung Sinabung untuk mewaspadai potensi lahar dingin, terutama saat terjadi hujan di kawasan puncak.
“Jangan mendekati aliran sungai apabila terjadi hujan deras di kawasan gunung,” tegasnya.
Masyarakat diminta tidak terpancing isu yang tidak jelas kebenarannya, dan memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung hanya melalui informasi resmi dari Badan Geologi, PVMBG, BPBD Sumatera Utara, maupun BPBD Kabupaten Karo. Badan Geologi menegaskan erupsi ini merupakan erupsi awal, sehingga kemungkinan terjadi erupsi yang lebih besar masih terbuka. Pihak kepolisian siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah dan instansi terkait demi keselamatan bersama.
“Kita bersama-sama menjaga keselamatan masyarakat. Yang paling penting, masyarakat tetap tenang, waspada dan mematuhi arahan petugas,” pungkas Kapolres Karo.











