JAKARTA, Radarjakarta.id – Sosok penghulu muda asal Cikampek, Kabupaten Karawang, Alfin Maulana, tengah menjadi perhatian warganet setelah sejumlah video saat dirinya memimpin prosesi akad nikah viral di media sosial, termasuk TikTok.
Penampilan Alfin yang masih tergolong muda, rapi, dan komunikatif membuat profesi penghulu mendapat sorotan berbeda. Pria kelahiran 2001 itu diketahui bertugas sebagai penghulu sekaligus petugas pencatat nikah di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang.
Alfin merupakan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di bawah naungan Kementerian Agama. Ia tercatat sebagai alumni Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam yang menyelesaikan pendidikannya pada 2023.
Popularitas Alfin di media sosial sebenarnya datang secara tidak terduga. Ia mengatakan tidak pernah membayangkan dirinya menjadi viral. Sejumlah video yang memperlihatkan aktivitasnya ketika menjalankan tugas justru direkam dan diunggah oleh keluarga pengantin.
“Nggak pernah membayangkan akan viral. Mungkin yang membuat jadi perhatian warganet karena saya muda. Karena kebanyakan penghulu identiknya tua,” kata Alfin saat dihubungi detikHikmah, Minggu (30/8/2026).
Alfin mengaku beberapa video tentang dirinya telah ditonton hingga jutaan kali. Namun, ia menegaskan bahwa dirinya tidak secara khusus membuat konten untuk mengejar popularitas.
“Beberapa kali viral kebanyakan dari video orang luar. Dari keluarga pengantin yang membuat viral,” ujarnya.
Manfaatkan Popularitas untuk Kenalkan Program KUA
Di tengah perhatian publik tersebut, Alfin berusaha memanfaatkannya untuk mengenalkan profesi penghulu dan berbagai program Kementerian Agama kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Sebagai bagian dari generasi Z, ia menggunakan pendekatan komunikasi yang lebih dekat dengan anak muda. Beberapa isu yang disampaikan antara lain kampanye untuk menghindari nikah siri, pembimbingan pranikah, hingga konsultasi keluarga.
“Sering mengkampanyekan program Kemenag dengan cara Gen Z. Misalnya stop nikah siri, ada juga program pembimbingan pranikah, konsultasi keluarga,” jelasnya.
Popularitas tersebut juga membuat Alfin mendapat pengalaman baru ketika menjalankan tugas. Sejumlah keluarga pengantin meminta berfoto bersama setelah prosesi akad nikah selesai.
Alfin mengaku terkadang merasa segan ketika mendapat permintaan tersebut. Meski demikian, ia tetap berusaha menghargai keluarga yang memiliki hajat dengan mengajak berfoto setelah prosesi berlangsung.
“Banyak keluarga pengantin yang minta foto. Saya agak segan. Kadang suka saya ajak keluar buat foto bersama buat menghargai yang punya hajat,” ungkap Alfin.
Viral Tanpa Direncanakan
Bagi Alfin, perhatian masyarakat terhadap dirinya bukan semata-mata soal popularitas. Ia melihat fenomena tersebut sebagai kesempatan untuk memperkenalkan keberadaan KUA dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, respons positif warganet dapat menjadi momentum untuk membangun citra pelayanan KUA yang lebih terbuka dan relevan bagi generasi muda.
“Alhamdulillah masyarakat melihatnya antusias. Dan saya membawa citra nama KUA menjadi lebih baik lagi,” pungkas Alfin.
Sementara itu, berdasarkan informasi profil yang beredar, akun Instagram yang dikaitkan dengan Alfin Maulana adalah @alfinmaoelana. Informasi mengenai usia dan akun media sosial tersebut menjadi salah satu hal yang ikut dicari warganet setelah video dirinya viral.
Fenomena Alfin juga menunjukkan bahwa figur muda di lingkungan pelayanan publik dapat menjadi perhatian masyarakat melalui media sosial. Meski demikian, aktivitasnya sebagai penghulu tetap berkaitan dengan tugas pelayanan pencatatan pernikahan dan pembinaan masyarakat di lingkungan KUA Kecamatan Cikampek.|Hans*











