JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id — Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jakarta Barat menggelar Sosialisasi Pemantapan Wawasan Kebangsaan bagi 70 pelajar di Ruang Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Kamis (27/8/2026).
Peserta merupakan perwakilan dari 18 SMA dan SMK sederajat, baik negeri maupun swasta, di wilayah Jakarta Barat. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
Kepala Suku Badan Kesbangpol Jakarta Barat, Tumpal Hasiolan, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) mengenai pedoman wawasan kebangsaan.
Menurutnya, sosialisasi ditujukan untuk memperkuat penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 di kalangan pelajar.
“Ini sebagai pembinaan untuk memperkuat nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Serta meningkatkan kesadaran pelajar agar mampu berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Tumpal.
Tumpal hadir didampingi Kasubkel Ideologi Wawasan Kebangsaan Politik, Suban Kesbangpol Jakarta Barat, Pepen Kuswandi.
Dalam kegiatan tersebut, panitia menghadirkan Direktur Bina Ideologi, Karakter dan Wawasan Kebangsaan Ditjen Politik dan PUM Kemendagri, Edison Siagian, serta Founder Sekolah Laboratorium Pancasila sekaligus Ketua YPLP, Hamry Gusman Zakaria, sebagai narasumber.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Administrasi Jakarta Barat, Holi Susanto, menilai kesenjangan antara kecerdasan intelektual dan pemahaman kebangsaan dapat mengikis jiwa kebangsaan serta melemahkan kesadaran hukum.
Karena itu, ia menekankan pentingnya peran pelajar dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan di tengah perkembangan zaman.
“Empat konsensus dasar bangsa merupakan satu kesatuan, Pancasila tidak dapat tegak tanpa UUD 1945 dan NKRI akan rapuh tanpa Bhinneka Tunggal Ika. Semua itu membutuhkan pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari,” kata Holi.
Holi mengajak para pelajar memanfaatkan forum tersebut untuk memperkuat wawasan kebangsaan sekaligus meningkatkan komitmen bela negara yang berjalan seiring dengan kecerdasan intelektual.
Ia berharap para peserta dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga nilai-nilai kebangsaan dan tampil sebagai pilar bangsa di masa depan.
“Jadilah generasi yang utuh, militan membela negara, sekaligus cerdas menjaga konstitusi,” tandasnya.|ZDN*











