SMPN 220 Jakarta Gelar Tabligh Akbar Maulid Nabi, Tanamkan Akhlak Rasulullah kepada Generasi Muda

banner 468x60

JAKARTA BARAT, Radarjakarta.id — SMP Negeri 220 Jakarta menggelar tabligh akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di halaman sekolah, Jalan Mangga 1, Kelurahan Kepa Duri, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (20/8/2026).

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dan Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Kehidupan Modern”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar SMPN 220 Jakarta untuk memperkuat pendidikan karakter, membangun kecintaan kepada Rasulullah SAW, sekaligus menanamkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan para pelajar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Suasana kegiatan berlangsung penuh khidmat dan antusias. Para siswa bersama jajaran guru, tenaga pendidik dan kependidikan, komite sekolah serta unsur terkait mengikuti rangkaian acara dan tausiyah yang menghadirkan Ustaz Riza Muhammad.

Kepala SMPN 220 Jakarta Barat, Siti Juhairiah, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Ustaz Riza Muhammad merupakan bagian dari rencana yang telah dipersiapkan sekolah sejak beberapa bulan sebelumnya.

“Alhamdulillah, rencana kita beberapa bulan lalu untuk mendatangkan Ustaz Riza Muhammad ke SMPN 220 akhirnya terlaksana. Kami sangat puas dan banyak hikmah yang bisa kami ambil dari kegiatan ini,” ujar Siti.

Ia menegaskan, peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut diharapkan mampu membentuk karakter siswa agar semakin dekat dengan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW.

“Kami berharap anak-anak bisa mengambil pelajaran dari kegiatan ini. Kita ingin nilai religius benar-benar tumbuh dalam diri mereka. Keteladanan dan perilaku Nabi Muhammad SAW harus bisa menjadi contoh bagi murid-murid SMPN 220,” tuturnya.

Siti juga mengapresiasi dukungan para guru, tenaga pendidik dan kependidikan, komite sekolah serta korlas yang turut menyukseskan kegiatan. Salah satu bentuk kepedulian yang muncul adalah penggalangan dana untuk wakaf Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, terkumpul dana yang digunakan untuk wakaf Al-Qur’an. Semoga menjadi amal kebaikan dan keberkahan bagi kita, keluarga kita, serta keluarga kita yang telah meninggal dunia,” katanya.

Ia berharap kegiatan keagamaan dengan konsep serupa dapat kembali dilaksanakan pada masa mendatang. Bahkan, sekolah berharap manfaatnya dapat diperluas sehingga masyarakat sekitar juga dapat merasakan keberkahan dari kegiatan tersebut.

Ustaz Riza Tekankan Tiga Fondasi Generasi Muda

Sementara itu, Ustaz Riza Muhammad dalam tausiyahnya menekankan pentingnya pendidikan agama sebagai benteng bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman.

Menurutnya, anak-anak membutuhkan pondasi akidah yang kuat agar mampu tumbuh menjadi generasi yang memiliki keteguhan iman sekaligus akhlak mulia.

“Edukasi agama kepada anak-anak itu menyelamatkan dan membentengi generasi akhir zaman dengan pondasi akidah. Itu solusi terbaik agar anak-anak menjadi syabbun nasya’a fii ‘ibaadatillah, anak-anak yang mengabdi dalam ibadah dan kuat secara akhlak,” jelas Ustaz Riza.

Ia menilai kegiatan dakwah dan pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah memiliki peran strategis. Namun, metode penyampaiannya juga perlu menyesuaikan karakter generasi muda agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.

“Pembinaan seperti ini, tausiyah dan dakwah sangat penting. Namun harus disertai dengan dakwah tainment yang menghibur. Anak-anak sifatnya masih bermain. Kalau disertai sentuhan sense of joke, ada candaannya, pesan akan lebih mudah diterima,” ujarnya.

Dalam tausiyah tersebut, Ustaz Riza memperkenalkan tiga pondasi utama yang perlu dibangun dalam diri setiap siswa.

Pertama, Salimul Aqidah, yaitu memiliki akidah yang lurus dan senantiasa bergantung kepada Allah SWT.

Kedua, Shohihul Ibadah, yakni meningkatkan kualitas ibadah dengan mengikuti tuntunan Rasulullah SAW.

Ketiga, Matinul Akhlaq, yaitu membangun akhlak yang kuat, baik, dan terpuji dalam kehidupan sehari-hari.

“Insyaallah, tiga pondasi ini akan menguatkan siswa-siswi,” tegasnya.

Bukan Sekadar Seremonial

Peringatan Maulid Nabi di SMPN 220 Jakarta pada akhirnya menjadi ruang untuk mempertemukan pendidikan, dakwah dan pembentukan karakter. Pesan yang disampaikan tidak hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga bagaimana keteladanan beliau diterjemahkan menjadi perilaku nyata para pelajar.

Dengan penguatan akidah, ibadah, akhlak serta kepedulian sosial melalui gerakan wakaf Al-Qur’an, SMPN 220 Jakarta berupaya menjadikan pendidikan agama sebagai bagian penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas dan mampu menghadapi tantangan kehidupan modern dengan tetap berpegang pada nilai-nilai Islam.|Hendra*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.