Oarfish “Ikan Kiamat” 4 Meter Terdampar di Pantai Pink Lombok

banner 468x60

LOMBOK TIMUR, Radarjakarta.id — Kemunculan seekor ikan oarfish berukuran sekitar empat meter di kawasan Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), menghebohkan warga dan pengunjung, Selasa (25/8/2026).

Ikan laut dalam yang kerap dijuluki “ikan kiamat” itu ditemukan dalam kondisi mati di pinggir pantai. Penemuannya kemudian viral setelah rekaman dan foto ikan tersebut beredar di media sosial.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Ditemukan Pengunjung Pantai

Berdasarkan keterangan Kepala Wilayah Dusun Telone, Desa Sekaroh, Sahlan, ikan tersebut ditemukan pengunjung yang sebelumnya datang untuk berkemah di kawasan Pantai Pink.

Penemuan terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Bentuk tubuh ikan yang panjang, pipih dan berkilau membuat pengunjung penasaran. Ikan tersebut diperkirakan memiliki panjang sekitar empat meter dan kemudian dibawa pulang oleh orang yang menemukannya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sekaroh, Budi Muliawan, juga membenarkan penemuan tersebut. Ia menyebut warga tidak mempercayai anggapan bahwa kemunculan oarfish merupakan pertanda pasti akan terjadinya gempa atau bencana besar.

DKP NTB: Bukan Pertanda Gempa

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Muslim, meminta masyarakat tidak menghubungkan kemunculan oarfish dengan ramalan bencana.

Menurut Muslim, belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa kemunculan ikan oarfish dapat digunakan untuk memprediksi gempa bumi atau bencana alam lainnya.|Andi Farida*

“Mitos ini bukan saja kita di masyarakat kecil Indonesia atau masyarakat kecil di NTB. Di negara-negara lain pun dianggap sebagai mitos tanda-tanda akan ada musibah gempa, gelombang tinggi. Tapi secara ilmiah belum bisa dibuktikan,” kata Muslim sebagaimana dikutip IDN Times.

Muslim menjelaskan, oarfish merupakan ikan laut dalam yang dapat hidup pada kedalaman ratusan hingga ribuan meter. Perubahan arus bawah laut, suhu, tekanan, serta dinamika oseanografi yang ekstrem dapat membuat ikan tersebut melemah hingga akhirnya terdampar di pesisir.

Oarfish Bukan Ikan Berbahaya

Selain membantah mitos soal pertanda bencana, DKP NTB juga menyebut oarfish tidak berbahaya bagi manusia dan bukan komoditas perikanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Ukuran sekitar empat meter pada ikan yang ditemukan di Pantai Pink bahkan masih tergolong kecil dibandingkan ukuran maksimum oarfish yang dapat mencapai lebih dari 10 meter.

Kemunculan ikan laut dalam tersebut dinilai sebagai fenomena langka yang justru menarik untuk dikaji secara ilmiah. DKP NTB mendorong akademisi, peneliti, dan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB melakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor yang menyebabkan oarfish terdampar di kawasan pesisir Lombok Timur.

Viral, tetapi Warga Tetap Tenang

Fenomena oarfish selama ini memang kerap dikaitkan dengan mitos bencana, terutama gempa bumi. Namun, fakta ilmiah hingga kini belum mendukung anggapan tersebut.

Di Pantai Pink, kemunculan ikan tersebut memang sempat memicu kehebohan dan spekulasi di media sosial. Meski demikian, kondisi masyarakat sekitar dilaporkan tetap kondusif dan tidak mengalami kepanikan.

Dengan demikian, ikan oarfish sepanjang sekitar empat meter yang terdampar di Pantai Pink Lombok Timur lebih tepat dipandang sebagai fenomena alam langka, bukan sebagai tanda pasti akan datangnya gempa atau bencana.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.