Radarjakarta.id, NGAWI — Semangat kepramukaan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pramuka di SDN Grudo 3 Ngawi. Sejumlah siswa mengikuti kegiatan kemah dan berbagai rangkaian aktivitas kepramukaan yang dipusatkan di Lapangan Watualang, Ngawi. Jumat, (14/8/2026).
Kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi momentum memperingati HUT Pramuka, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para siswa untuk membangun karakter, kedisiplinan, keberanian, kemandirian, serta kemampuan bekerja sama.
Suasana semakin meriah ketika para peserta menampilkan pentas seni kepramukaan. Dengan mengenakan seragam Pramuka lengkap, para siswa tampil penuh percaya diri membawa semangat persatuan dan kebersamaan.
Tak hanya meriah, kegiatan tersebut juga membuahkan prestasi. Kontingen Pramuka SDN Grudo 3 Ngawi berhasil membawa pulang dua piala, masing-masing Juara Regu Teladan Penggalang SD Putri dan Juara 3 Putri dalam lomba memindahkan bola planet.
Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah sekaligus membuktikan bahwa kegiatan kepramukaan mampu menjadi wadah untuk mengasah keterampilan, kekompakan, sportivitas, keberanian, dan rasa percaya diri peserta didik.
Kegiatan kemah juga menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar secara langsung di luar lingkungan kelas. Berbagai aktivitas kelompok mendorong siswa untuk saling membantu, bertanggung jawab terhadap tugas, sekaligus menghargai perbedaan di antara teman.
Kepala SDN Grudo 3 Ngawi, Sudarwati, menegaskan bahwa kegiatan Pramuka memiliki peran penting dalam pembentukan karakter peserta didik.
“Kegiatan kemah ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT Pramuka, tetapi yang paling utama adalah memberikan pengalaman kepada anak-anak untuk belajar mandiri, disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki rasa percaya diri. Kami berharap nilai-nilai tersebut dapat mereka terapkan tidak hanya selama kegiatan Pramuka, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sudarwati. Jumat, (14/8/2026).
Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diberikan melalui pembelajaran di dalam kelas. Anak-anak juga membutuhkan pengalaman nyata yang dapat melatih mental, keberanian, kepemimpinan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Sudarwati mengapresiasi kerja keras para siswa, pembina, serta guru yang telah mendampingi seluruh rangkaian kegiatan hingga mampu meraih dua prestasi.
“Kami tentu bangga dengan capaian anak-anak. Dua piala yang berhasil dibawa pulang menjadi motivasi agar mereka terus berlatih, menjaga kekompakan, menjunjung sportivitas, dan tidak mudah menyerah. Yang terpenting bukan hanya soal menang, tetapi proses belajar dan pengalaman yang mereka dapatkan,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi pengalaman positif bagi seluruh peserta didik sekaligus memperkuat semangat kebersamaan antara siswa, guru, dan pembina Pramuka.
“Kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendidik. Semangat Pramuka harus terus ditanamkan sejak dini agar mereka tumbuh menjadi generasi yang disiplin, mandiri, peduli, dan memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” tegasnya.
Peringatan HUT Pramuka melalui kegiatan kemah tersebut pun menjadi pengingat bahwa gerakan Pramuka bukan sekadar aktivitas seremonial. Di balik kegiatan baris-berbaris, permainan, kemah, perlombaan maupun pentas seni, terdapat proses pendidikan karakter yang diharapkan mampu membentuk generasi muda yang tangguh dan berintegritas.
Dengan semangat “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan”, kegiatan Pramuka SDN Grudo 3 Ngawi diharapkan mampu menjadi bagian dari proses membangun generasi penerus yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara karakter, memiliki jiwa kompetitif yang sehat, serta mempunyai kepedulian sosial.
Dua piala yang diraih menjadi bukti bahwa semangat, kerja sama, disiplin, dan keberanian yang ditanamkan melalui kegiatan Pramuka dapat melahirkan prestasi sekaligus pengalaman berharga bagi para siswa.











