Oleh: Ir. R. Haidar Alwi
Pendiri Haidar Alwi Care – Haidar Alwi Institute sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB
Indonesia sedang memasuki perubahan demografis dan digital yang menentukan kualitas generasi menuju Indonesia Emas 2045. Generasi Z dan Generasi Alpha tumbuh dalam ekosistem internet, gim, media sosial, kecerdasan buatan dan ekonomi kreator.
Karena itu, pembinaan generasi muda tidak cukup dengan pendekatan larangan dan penindakan. Yang jauh lebih strategis adalah membangun ekosistem yang mampu mengubah energi, minat dan waktu luang menjadi kompetensi, prestasi, kreativitas dan tanggung jawab sosial.
Dalam konteks tersebut, arahan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. untuk memperluas kompetisi esports ke tingkat Polsek, Polres dan Polda merupakan gagasan yang patut diapresiasi secara substantif. Maknanya bukan sekadar memperbanyak turnamen, melainkan mendekatkan proses pembinaan kepada masyarakat.
Setelah E-Sport Kapolri Cup 2026 membangun kompetisi secara berjenjang, arahan tersebut membuka kemungkinan agar semangat pembinaan terus hidup di tingkat kewilayahan, tempat generasi muda berinteraksi langsung dengan lingkungannya.
Gagasan itu penting karena keamanan yang berkelanjutan tidak hanya dibangun setelah gangguan Kamtibmas terjadi. Sebagian energi anak muda yang berpotensi tersalurkan ke balap liar, mabuk-mabukan, tawuran atau aktivitas negatif lainnya perlu diberikan alternatif yang memiliki daya tarik.
Esports, lomba konten, olahraga, kreativitas digital, teknologi dan kegiatan komunitas dapat menjadi positive channeling. Prinsipnya sederhana: pencegahan terbaik bukan hanya mengatakan “jangan”, tetapi menyediakan pilihan yang lebih baik.
E-Sport Kapolri Cup 2026 telah menunjukkan fondasi untuk pendekatan tersebut. Kompetisi tidak berhenti pada permainan, tetapi menghubungkan olahraga elektronik dengan kreativitas, komunitas dan literasi digital.
Jika model tersebut diturunkan ke Polsek dan Polres, kegiatan dapat dibuat sederhana dan rutin, misalnya setiap malam Minggu atau waktu lain sesuai karakter wilayah. Tidak diperlukan event besar setiap pekan. Yang diperlukan adalah konsistensi, tata kelola dan ruang yang membuat anak muda ingin datang kembali.
Brigjen Pol Adex Yudiswan Menghubungkan Esports dengan Keamanan Ruang Siber
Peran Brigjen Pol Adex Yudiswan memberikan dimensi strategis pada keseluruhan ekosistem tersebut. Sebagai Dirtipidsiber Bareskrim Polri sekaligus Ketua Pelaksana E-Sport Kapolri Cup 2026, Adex berada pada titik temu antara pembinaan generasi digital dan keamanan siber.
Pendekatan ini penting karena generasi yang hidup di ruang digital tidak cukup hanya diberi akses teknologi, tetapi juga harus dibekali kesadaran mengenai keamanan data, cyberbullying, penyalahgunaan teknologi dan etika digital.
Di sinilah esports memperoleh makna yang lebih luas. Di belakang seorang pemain terdapat pelatih, analis, caster, streamer, kreator konten, penyelenggara kompetisi, pengembang teknologi dan berbagai profesi digital. Kompetisi melatih strategi, komunikasi, disiplin, kerja sama, pengambilan keputusan dan sportivitas. Jika diarahkan secara tepat, perjalanan hobi → kompetensi → prestasi → profesi → industri menjadi jalur pembentukan SDM digital yang konkret.
Pendekatan Adex juga menunjukkan evolusi fungsi preventif Polri. Penegakan hukum tetap penting ketika kejahatan terjadi, tetapi keamanan modern membutuhkan lapisan pencegahan sebelum pelanggaran muncul. Literasi digital, keterlibatan komunitas dan hubungan sosial merupakan bagian dari early prevention. Dalam kerangka ini, Polri tidak hanya masuk ke ruang digital untuk menangani ancaman, tetapi juga hadir di dalam komunitas yang menghidupinya.
Arahan Kapolri kemudian membawa pendekatan tersebut dari panggung nasional ke struktur kewilayahan. Polsek dapat menjadi titik awal, Polres menjadi jenjang pembinaan, Polda menjadi tahap kompetisi yang lebih tinggi dan Mabes menjadi panggung nasional.
Dengan model demikian, kompetisi sekaligus berfungsi sebagai talent pipeline. Talenta di daerah memperoleh akses, sementara Polri mempunyai medium untuk mengenali potensi generasi muda secara lebih dekat.











