Kapolri Memperluas Pembinaan Generasi Muda melalui Esports, Dirtipidsiber Bareskrim Polri Memperkuat Keamanan Siber dan Kamtibmas

Ilustrasi
banner 468x60

Dari Kompetisi Esports Menuju Modal Sosial Kamtibmas

Manfaat paling strategis justru bukan hadiah atau piala, melainkan interaksi sosial yang berulang. Anak muda yang rutin datang ke Polsek untuk mengikuti kegiatan akan mengenal polisi dalam suasana normal, bukan hanya ketika terjadi pelanggaran.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Polisi pun mengenal komunitas, karakter pemuda dan dinamika sosial wilayahnya. Dari pertemuan rutin lahir familiarity; dari familiarity terbuka komunikasi; dan dari komunikasi terbentuk modal sosial untuk menjaga Kamtibmas.

Modal sosial tersebut menjadi sangat berharga ketika muncul persoalan sosial, termasuk demonstrasi. Hak menyampaikan pendapat tetap merupakan bagian dari kehidupan demokratis. Namun pengelolaan situasi semacam itu membutuhkan komunikasi dan pengenalan terhadap masyarakat. Ketika polisi dan komunitas pemuda telah memiliki hubungan sebelumnya, jarak sosial menjadi lebih kecil. Perbedaan pendapat tetap dapat terjadi, tetapi kanal komunikasi dan pendekatan persuasif sudah tersedia.

Karena itu, kegiatan kewilayahan tidak harus bertumpu pada hadiah besar. Uang pembinaan sederhana, buku, alat tulis, perlengkapan olahraga atau bentuk apresiasi lain sudah cukup untuk memberikan penghargaan. Yang dibangun bukan budaya mengejar nominal hadiah, melainkan budaya datang, berkarya, berkompetisi, disiplin dan berprestasi.

Fasilitas yang telah tersedia, termasuk ruang dan konektivitas internet, dapat dioptimalkan. Kolaborasi dengan komunitas dan mitra juga dapat dikembangkan sesuai ketentuan, sehingga pembinaan tidak harus bergantung pada pembiayaan negara dalam skala besar.

Dengan demikian, arahan Kapolri mempunyai kedalaman strategis yang sering tidak terlihat jika esports hanya dipandang sebagai permainan. Satu kompetisi dapat menghasilkan pemenang, tetapi kegiatan yang rutin dapat menghasilkan komunitas; komunitas yang sehat dapat menghasilkan talenta; dan hubungan komunitas dengan polisi dapat memperkuat modal sosial Kamtibmas. Inilah transformasi dari event menjadi ekosistem.

Pada tingkat yang lebih luas, gagasan tersebut memperkuat semangat Presisi. Prediktif berarti membaca perubahan karakter generasi dan potensi risikonya. Preventif berarti menciptakan ruang positif sebelum persoalan berkembang. Responsif berarti mampu hadir ketika masyarakat menghadapi gangguan. Sedangkan orientasi kepada masyarakat berarti keamanan dibangun bersama masyarakat, bukan semata-mata terhadap masyarakat.

Karena itu, kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo layak diapresiasi bukan hanya karena berhasil membawa Polri menyelenggarakan kompetisi esports berskala nasional, tetapi karena membuka perspektif bahwa jaringan kepolisian di seluruh Indonesia dapat menjadi jaringan pembinaan sosial.

Sementara itu, peran Brigjen Pol Adex Yudiswan memperkuat jembatan antara esports, generasi digital dan keamanan siber. Keduanya menunjukkan bahwa kepolisian modern harus memahami perubahan teknologi sekaligus memahami manusia yang hidup di dalamnya.

Indonesia Emas 2045 membutuhkan Gen Z, Gen Alpha dan generasi berikutnya yang tidak sekadar mahir menggunakan teknologi, tetapi mampu mengendalikan diri, bekerja sama, menciptakan nilai dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Jika anak muda mempunyai ruang untuk berkumpul secara positif, talenta mempunyai jalur untuk berkembang, dan polisi mempunyai hubungan yang dekat dengan masyarakat, maka sebuah kompetisi sederhana dapat menghasilkan manfaat yang jauh lebih besar daripada ukuran acaranya.

Pada akhirnya, yang dibangun bukan sekadar esports, melainkan ekosistem manusia. Dari Polsek, Polres, Polda hingga tingkat nasional, ruang kompetisi dapat menjadi ruang pembinaan; ruang pembinaan dapat menjadi ruang perjumpaan; dan ruang perjumpaan dapat menjadi fondasi kepercayaan antara Polri dan masyarakat.

Itulah makna strategis arahan Kapolri: menjadikan energi generasi muda sebagai kekuatan sosial yang produktif, memperkuat Kamtibmas secara preventif, dan pada saat yang sama menyiapkan manusia Indonesia yang mampu membawa Indonesia menuju 2045.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.