PLN UP2B Bali Edukasi Generasi Muda Wujudkan Budaya Aman Berlistrik di Era Digital Melalui PLN Mobile

banner 468x60

BALI, Radarjakarta.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) mengedukasi ratusan siswa SMK Negeri 1 Denpasar tentang keselamatan ketenagalistrikan melalui sosialisasi “Mewujudkan Budaya Aman Berlistrik di Era Digital Bersama PLN Mobile”.

Kegiatan yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Denpasar ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kesadaran generasi muda agar turut berperan dalam mencegah potensi gangguan kelistrikan sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan jaringan listrik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali I Wayan Suwira, Kepala SMK Negeri 1 Denpasar I Wayan Mustika, dan Manager PLN UP2B Bali Komang Teddy Indra Kusuma.

General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan mengatakan bahwa PLN Mobile menjadi salah satu jembatan antara masyarakat dengan PLN, termasuk untuk melaporkan potensi bahaya maupun kondisi yang dapat mengganggu jaringan listrik.

“Semakin dini potensi gangguan diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan. Karena itu, kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan,” ungkap Munawwar.

Dalam sosialisasi, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi gangguan di sekitar jaringan listrik, seperti pohon yang terlalu dekat dengan jaringan, bangunan yang melanggar jarak aman, hingga aktivitas bermain layang-layang di sekitar saluran listrik.

Selain memahami risiko tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan PLN Mobile sebagai sarana memperoleh layanan kelistrikan sekaligus melaporkan potensi bahaya agar dapat segera ditindaklanjuti petugas PLN.

Para siswa juga diajak menjadi agent of change dengan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar. Dengan demikian, edukasi keselamatan ketenagalistrikan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi kepedulian bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Manager PLN UP2B Bali Komang Teddy Indra Kusuma mengatakan generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan yang berkelanjutan.

“Generasi muda merupakan kelompok yang akrab dengan teknologi digital dan memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi kepada lingkungan sekitarnya. Kami berharap para siswa dapat menjadi pelopor budaya aman berlistrik dengan memanfaatkan PLN Mobile sebagai sarana memperoleh layanan sekaligus melaporkan potensi gangguan. Partisipasi masyarakat akan semakin memperkuat upaya PLN menjaga keandalan sistem kelistrikan Bali,” ujar Komang.

Kepala SMK Negeri 1 Denpasar, I Wayan Mustika, mengapresiasi edukasi yang diberikan PLN UP2B Bali karena tidak hanya mengenalkan layanan digital PLN, tetapi juga membangun kepedulian siswa terhadap keselamatan ketenagalistrikan.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan PLN UP2B Bali karena memberikan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi para siswa. Kami berharap para siswa dapat menjadi contoh dan menyebarkan pemahaman ini kepada keluarga maupun masyarakat di lingkungan sekitarnya,” ujar Wayan.

Melalui edukasi yang menggabungkan pemahaman keselamatan ketenagalistrikan dengan pemanfaatan teknologi digital, PLN UP2B Bali mendorong terbentuknya budaya aman berlistrik yang tumbuh dari masyarakat. Kolaborasi PLN dan generasi muda diharapkan dapat membantu mencegah potensi gangguan sejak dini sehingga sistem kelistrikan Bali tetap aman, andal, dan berkelanjutan.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.