DENPASAR, Radarjakarta.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) memperkuat kompetensi sumber daya manusia di bidang kendaraan listrik melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Cerdas dan Terampil Menyongsong Era Kendaraan Listrik”.
Program yang berlangsung sejak Mei hingga September 2026 tersebut menyasar siswa dan tenaga pendidik SMK Negeri 1 Denpasar. Kegiatannya mencakup edukasi, pelatihan teknis, sertifikasi tenaga pendidik, hingga penyediaan sarana praktik kendaraan listrik.
Inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya PLN menyiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi sekaligus mendukung penguatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, mengatakan PLN ingin memastikan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna kendaraan listrik, tetapi juga memiliki kesempatan untuk memahami, mengembangkan, dan menguasai teknologinya.
“Melalui program ini, kami menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan dunia industri agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menghadapi perubahan di masa depan,” ujar Munawwar.
Program ini merupakan pengembangan dari program TJSL “Pelatihan Kendaraan Listrik P2B E-Moto” yang sebelumnya meraih penghargaan Indonesia Sustainable Development Awards (ISDA) predikat Gold pada Pilar Pembangunan Sosial.
Jika program sebelumnya berfokus pada pelatihan rancang bangun kendaraan listrik, program kali ini memperluas manfaat melalui ekosistem pembelajaran yang mencakup pelatihan rekondisi kendaraan listrik, edukasi ekosistem kendaraan listrik, sertifikasi kompetensi tenaga pendidik, serta penyediaan media praktik berupa satu unit Buggy Car.
Puncak kegiatan diikuti lebih dari 450 peserta yang terdiri atas siswa, tenaga pendidik, dan pemangku kepentingan. Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Pengawas Disdikpora Provinsi Bali I Wayan Suwira, Ketua Komite SMK Negeri 1 Denpasar I Nyoman Kramas, Kepala SMK Negeri 1 Denpasar I Wayan Mustika, serta Manager UP2B Bali Komang Teddy Indra Kusuma.
Para peserta mendapatkan edukasi mengenai perkembangan industri kendaraan listrik, transformasi energi nasional, peluang karier, serta tantangan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Materi disampaikan oleh Putu Indra Rainata Putra dari Makara dan I Putu Putra Darma Gita dari Electrik Wheel.
Selain edukasi, sebanyak 25 siswa mengikuti pelatihan rekondisi Buggy Car di Workshop Kendaraan Listrik SMK Negeri 1 Denpasar.
Pelatihan tersebut membekali siswa dengan keterampilan melakukan inspeksi, perawatan, diagnosis, hingga rekondisi kendaraan listrik sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam pembelajaran berbasis praktik.
Dukungan terhadap pembelajaran vokasi juga diwujudkan melalui penyerahan satu unit Buggy Car kepada SMK Negeri 1 Denpasar. Kendaraan tersebut akan dimanfaatkan sebagai media praktik agar siswa dapat memahami teknologi kendaraan listrik melalui pengalaman nyata sekaligus mendukung kebutuhan transportasi di lingkungan sekolah.
Manager PLN UP2B Bali, Komang Teddy Indra Kusuma, mengatakan transformasi menuju energi bersih membutuhkan kolaborasi antara dunia industri dan dunia pendidikan, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten.
“Kami berharap program ini dapat melahirkan talenta-talenta unggul yang mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik sekaligus menjadi bagian dari perjalanan Indonesia menuju Net Zero Emissions,” ungkap Komang.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri 1 Denpasar I Wayan Mustika menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN UP2B Bali terhadap penguatan pendidikan vokasi di Bali.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN UP2B Bali atas kepercayaan dan dukungan yang terus diberikan kepada SMK Negeri 1 Denpasar. Program ini tidak hanya meningkatkan kompetensi siswa melalui pelatihan dan edukasi, tetapi juga memperkuat kapasitas tenaga pendidik melalui sertifikasi serta menyediakan media praktik yang sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran,” ujar I Wayan Mustika.
Menurutnya, kehadiran Buggy Car sebagai sarana praktik memberikan pengalaman belajar yang lebih aplikatif sehingga lulusan SMK Negeri 1 Denpasar semakin siap menghadapi kebutuhan industri kendaraan listrik.
Program “Cerdas dan Terampil Menyongsong Era Kendaraan Listrik” selaras dengan upaya pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Inisiatif tersebut sekaligus mendukung komitmen PLN dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik sebagai bagian dari transformasi energi menuju Net Zero Emissions.
Melalui program TJSL ini, PLN berharap kompetensi generasi muda semakin kuat sekaligus membuka ruang bagi tumbuhnya inovasi, peluang kerja, dan kewirausahaan di sektor kendaraan listrik.











