Drag Race Kotamobagu Berujung Maut, 8 Orang Tewas

banner 468x60

KOTAMOBAGU, Radarjakarta.id – Ajang balap drag race dan drag bike di Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, berubah menjadi tragedi memilukan. Sebuah mobil balap diduga kehilangan kendali setelah melewati garis finis dan menghantam sejumlah penonton yang berada di sisi lintasan.

Insiden terjadi pada Minggu (9/8/2026) dalam gelaran kejuaraan drag race dan drag bike yang diselenggarakan TIDAR bersama Muda Charaka. Berdasarkan laporan sejumlah media, kecelakaan tersebut menyebabkan belasan orang menjadi korban. Data korban kemudian terus diperbarui seiring proses evakuasi dan penanganan medis di sejumlah rumah sakit.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Laporan terbaru menyebut jumlah korban meninggal dunia telah mencapai delapan orang. Sebelumnya, korban meninggal dilaporkan enam orang, kemudian bertambah menjadi tujuh setelah sejumlah korban mengalami kondisi kritis. Pada Senin dini hari, satu korban luka berat dilaporkan meninggal saat menjalani perawatan di RSUD Monompia, sehingga total korban jiwa menjadi delapan orang. Delapan korban lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

Kecelakaan bermula ketika mobil Honda Jazz dari tim Pangeran 05 yang dikemudikan Tian Ngantung mengikuti kelas Free For All (FFA). Setelah melaju menuju garis finis dan memasuki area pengereman, kendaraan tersebut mengalami crash sebelum keluar dari jalur dan menghantam penonton yang berada di sekitar ujung lintasan.

Kerasnya benturan membuat suasana perlombaan yang semula dipenuhi sorak-sorai berubah menjadi kepanikan. Para korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Laporan awal menyebut sedikitnya 16 hingga 17 orang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut, dengan tingkat luka yang berbeda-beda.

Sejumlah identitas korban meninggal yang telah diberitakan antara lain Harianti Mokoginta asal Bilalang III Utara, Lisma Mokoginta asal Bilalang Utara, Ali Ponamon asal Pontodon Induk, Risna Longkun asal Bilalang Baru, Biyo Mokoagow asal Bilalang III, dan Rugaina Manangin asal Bilalang IV. Media juga melaporkan adanya pembaruan data korban setelah proses identifikasi dan pendataan berlangsung.

Tragedi tersebut kini juga memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan penyelenggaraan balapan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk kondisi kendaraan, lintasan, pengamanan area penonton, serta prosedur keselamatan yang diterapkan dalam kegiatan tersebut. Penyelenggara juga menjadi pihak yang perlu dimintai keterangan terkait pelaksanaan acara.

Peristiwa di Upai menjadi peringatan keras bahwa keselamatan peserta dan penonton harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan motorsport. Penempatan penonton, pembatas lintasan, zona pengereman, pengamanan kendaraan, serta kesiapan petugas medis harus dipastikan memenuhi standar agar olahraga otomotif tidak berubah menjadi tragedi kemanusiaan.

Hingga laporan ini disusun, proses pendataan korban dan penyelidikan masih berlangsung. Informasi mengenai jumlah korban maupun kondisi korban luka masih dapat berubah mengikuti perkembangan penanganan medis dan hasil pendataan resmi aparat berwenang.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.