Dewi Perssik Berang Diserang Pendukung Sarwendah, Masa Lalu Diungkit

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id — Pedangdut sekaligus aktris Dewi Perssik kembali menjadi sorotan setelah meluapkan kekesalannya di media sosial. Ia mengaku tiba-tiba mendapat serangan dari sejumlah warganet yang mengatasnamakan pendukung Sarwendah, meski menurut Dewi dirinya tidak pernah bermaksud menyinggung ataupun membahas kehidupan pribadi Sarwendah.

Polemik tersebut bermula dari unggahan Dewi Perssik di Threads yang dibuat untuk mempromosikan series terbarunya. Dalam unggahan itu, Dewi menuliskan kalimat, “Gue enggak bisa ngomong, tapi suara hati yang bicara.” Unggahan yang menurutnya berkaitan dengan pekerjaan tersebut kemudian dikaitkan sebagian warganet dengan persoalan yang menyeret nama Sarwendah.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Dewi mengaku heran karena unggahan yang ditujukan untuk kepentingan promosi justru memancing komentar bernada serangan. Dalam siaran langsung di TikTok, ia mempertanyakan alasan dirinya ikut diseret ke dalam pembahasan mengenai Sarwendah.

“Ngomongin Sarwendah, Sarwendah, Sarkiwi. Emang dia siapa, saya harus omongin? Saya kerja, enggak ada waktu ngomongin orang,” ujar Dewi dalam pernyataannya yang beredar di media sosial.

Kemarahan Dewi semakin memuncak ketika sejumlah komentar disebut mulai mengungkit kehidupan dan masa lalunya, termasuk riwayat pernikahannya. Ia menilai persoalan tersebut tidak memiliki kaitan dengan unggahan yang dibuatnya dan merasa keberatan apabila ranah pribadinya kembali dijadikan bahan serangan.

“Tapi kalau masa lalunya kalian ganggu, semua manusia yang waras pasti terusik,” kata Dewi. Ia juga menegaskan bahwa respons tersebut bukan persoalan soal dirinya sebagai artis atau memiliki pengaruh, melainkan karena merasa kehidupan pribadinya telah diseret ke dalam polemik yang tidak ia mulai.

Dewi kemudian memberikan peringatan keras kepada pihak yang menurutnya telah menyerangnya. Ia mengaku selama ini lebih memilih bekerja dan tidak mencampuri urusan orang lain. Bahkan, Dewi membuka kemungkinan menempuh jalur hukum apabila serangan terhadap dirinya terus berlanjut.

“Lo mau laporin gue atau sebaliknya? Gue laporin lo. Gue pengin ketemu lo pada. Gue enggak pernah nyenggol orang, gue kerja pagi, siang, malam. Jangan nyenggol gue!” tegas Dewi.

Polemik ini pun berkembang menjadi perbincangan di media sosial. Namun, dari pernyataan Dewi yang beredar, keberatannya lebih diarahkan kepada warganet yang menurutnya menyerang dan mengungkit masa lalunya, bukan kepada Sarwendah secara langsung. Hingga pemberitaan ini disusun, tidak terdapat keterangan yang menunjukkan adanya pernyataan langsung dari Sarwendah mengenai respons Dewi tersebut.

Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana sebuah unggahan di media sosial dapat ditafsirkan berbeda oleh publik dan berkembang menjadi polemik. Dewi memilih memberikan klarifikasi sekaligus meminta agar persoalan pribadi tidak dijadikan bahan serangan, sementara isu yang mengaitkan namanya dengan Sarwendah masih menjadi perbincangan warganet.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.