BALI, Radarjakarta.id – PLN Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (PLN UIP2B Jamali) melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) terus memperkuat keandalan sistem kelistrikan Pulau Dewata.
Seiring meningkatnya kebutuhan energi listrik yang didorong oleh pertumbuhan aktivitas masyarakat, sektor pariwisata, industri, serta berbagai kegiatan ekonomi.
Melalui pengelolaan sistem tenaga listrik secara real time, pengaturan pembebanan pembangkit, dan pengawasan jaringan transmisi maupun pembangkit, PLN memastikan pasokan listrik tetap aman, andal, dan berkualitas bagi seluruh pelanggan.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan, menyampaikan bahwa PLN terus berkomitmen menjaga keandalan sistem kelistrikan untuk mendukung aktivitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“PLN terus melakukan penguatan sistem kelistrikan yang adaptif serta penyediaan cadangan daya yang memadai agar kebutuhan listrik dapat terpenuhi secara aman, andal, dan berkelanjutan, seiring dengan meningkatnya aktivitas Masyarakat,” ungkap Munawwar.
Saat ini, sistem kelistrikan di Bali memiliki kapasitas pasokan sekitar 1.545 MW yang berasal dari pembangkit di Pulau Bali serta dukungan transfer daya dari Sistem Jawa melalui Saluran Kabel Laut Tegangan Tinggi (SKLT).
Ketersediaan pasokan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keandalan sistem, terutama saat terjadi peningkatan konsumsi listrik. Meningkatnya kebutuhan listrik di Bali tercermin hingga pertengahan tahun 2026, beban puncak tertinggi tercatat sebesar 1.296 MW pada 15 Mei 2026.
Pencapaian tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan listrik yang didorong oleh aktivitas Masyarakat Bali, baik sektor pariwisata, industri, serta berbagai kegiatan usaha yang terus tumbuh di Pulau Dewata.
Meskipun sistem kelistrikan masih berada dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan wisatawan, PLN terus melakukan berbagai langkah antisipatif melalui perencanaan operasi sistem secara menyeluruh. Salah satu fokus utama adalah menjaga kecukupan cadangan daya (reserve margin) dengan menambah daya sebesar 170 MW sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi gangguan pada pembangkit, jaringan transmisi, maupun peningkatan beban yang melampaui proyeksi.
Berdasarkan hasil evaluasi dan perencanaan operasi sistem tahun 2026, PLN terus melakukan berbagai upaya penguatan sistem kelistrikan untuk memastikan keandalan pasokan listrik tetap terjaga, terutama menghadapi periode dengan kebutuhan listrik yang semakin tinggi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian Bali.
Manager PLN UP2B Bali, Komang Teddy Indra Kusuma, mengatakan bahwa meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali menjadi salah satu indikator positif pemulihan dan pertumbuhan ekonomi yang harus diimbangi dengan sistem kelistrikan yang semakin andal.
“Bali merupakan destinasi wisata kelas dunia yang aktivitasnya sangat bergantung pada keandalan pasokan listrik. Meningkatnya jumlah wisatawan tentu berdampak pada naiknya kebutuhan energi listrik di berbagai sektor. Karena itu, PLN terus memastikan sistem kelistrikan dikelola secara optimal agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, pelaku usaha, maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali,” ujar Komang Teddy Indra Kusuma.
PLN UP2B Bali juga terus memantau kondisi sistem selama 24 jam, melakukan pengaturan operasi secara optimal, serta memperkuat koordinasi dengan seluruh unit terkait agar pasokan listrik tetap aman dan andal. Dengan sistem kelistrikan yang terjaga, PLN siap mendukung kenyamanan masyarakat dan wisatawan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi serta pariwisata Bali yang berkelanjutan.











