DPP Persadha Nusantara Dorong Transformasi Lembaga Hindu Menuju Indonesia Emas 2045

Diskusi Terbatas bertajuk "Transformasi Lembaga Hindu Mewujudkan Indonesia Emas 2045" di Grand Hotel Cemara, Menteng, Jakarta Pusat. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persadha Nusantara (Pergerakan Sanathana Dharma Nusantara) menggelar Diskusi Terbatas bertajuk “Transformasi Lembaga Hindu Mewujudkan Indonesia Emas 2045” di Grand Hotel Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pelantikan DPP Persadha Nusantara Masa Bhakti 2025–2030.

Diskusi tersebut menjadi forum strategis yang mempertemukan tokoh-tokoh Hindu, akademisi, pemimpin organisasi, serta berbagai unsur masyarakat guna merumuskan arah transformasi kelembagaan Hindu yang adaptif, inklusif, profesional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Prof. I Nengah Duija, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai persoalan yang dihadapi umat Hindu membutuhkan kerja sama seluruh elemen dan lembaga Hindu.

“Permasalahan umat Hindu cukup banyak, sehingga dibutuhkan banyak gerakan bersama untuk menyelesaikannya. Perlu sinergi seluruh lembaga Hindu dalam membangun kehidupan umat. Persadha Nusantara yang lahir pada 2018 dan selama ini berjalan di ‘jalan sunyi’, kini tampil ke permukaan. Kami berharap organisasi ini mampu bersinergi, berperan optimal bagi kemajuan umat Hindu, serta ikut menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan,” tegas Prof. Duija saat membuka kegiatan secara resmi.

Diskusi menghadirkan tiga narasumber yang memiliki pengalaman di bidang hukum, pendidikan, organisasi, dan kebangsaan, yakni Ketua Dewan Penasehat DPP Persadha Nusantara sekaligus mantan Ketua Komisi III DPR RI, Gede Pasek Suardika; Ketua Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Nusantara Jakarta, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari; serta mantan Ketua Umum PP Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Wayan Darmawan. Jalannya diskusi dipandu oleh Wisnu Okawirawan sebagai moderator.

Dalam pemaparannya, Gede Pasek Suardika menegaskan bahwa lembaga Hindu harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan nilai-nilai Sanatana Dharma.

“Transformasi kelembagaan bukan hanya perubahan struktur organisasi, tetapi juga perubahan cara berpikir, tata kelola, dan budaya kerja. Lembaga Hindu harus menjadi organisasi yang modern, akuntabel, profesional, serta mampu menjawab kebutuhan umat di tengah dinamika zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Sanatana Dharma,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Ni Gusti Ayu Ketut Kurniasari menekankan pentingnya pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama transformasi kelembagaan Hindu.

“Pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang. Jika ingin mewujudkan Indonesia Emas 2045, maka lembaga Hindu harus mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun global,” katanya.

Di sisi lain, I Wayan Darmawan menilai regenerasi kepemimpinan menjadi faktor penting dalam memastikan keberlanjutan organisasi Hindu di masa depan.

“Transformasi tidak akan berhasil tanpa keterlibatan generasi muda. Kepemimpinan ke depan harus dibangun secara kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan umat agar lembaga Hindu tetap relevan menghadapi berbagai tantangan,” ungkapnya.

Sepanjang diskusi, para narasumber juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kelola organisasi, penguatan sumber daya manusia, digitalisasi kelembagaan, regenerasi kepemimpinan, penguatan pendidikan, serta peningkatan sinergi antara lembaga Hindu, pemerintah, dan berbagai elemen masyarakat.

Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan dan masukan konstruktif dari peserta. Berbagai gagasan yang berkembang akan menjadi rekomendasi strategis bagi DPP Persadha Nusantara dalam menyusun program kerja Masa Bhakti 2025–2030, sekaligus menjadi kontribusi pemikiran bagi penguatan kehidupan keagamaan dan kebangsaan.

Melalui forum ini, DPP Persadha Nusantara menegaskan komitmennya untuk menjadi bagian dari transformasi kelembagaan Hindu di Indonesia melalui penguatan tata kelola organisasi, pengembangan kepemimpinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kolaborasi lintas sektor guna mewujudkan masyarakat Hindu yang maju, harmonis, dan berdaya saing dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.