Munafik: Melawan Iblis’ Siap Guncang Bioskop, Arya Saloka Hadapi Teror Iblis dalam Horor Religi Penuh Ketegangan

banner 468x60

TANGERANG, RadarJakarta.id – Aroma ketakutan mulai menyelimuti dunia perfilman Indonesia. Film horor religi Munafik: Melawan Iblis dipastikan tayang di bioskop mulai 3 September 2026, membawa kisah pertarungan iman melawan kekuatan iblis dengan skala yang diklaim jauh lebih besar, lebih mencekam, dan penuh kejutan.

 

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Disutradarai Guntur Soeharjanto, film ini menjadi adaptasi baru dari waralaba horor fenomenal asal Malaysia. Namun, sang sutradara menegaskan, Munafik: Melawan Iblis bukan sekadar remake, melainkan hadir dengan wajah baru, jajaran pemain baru, serta pendekatan sinematik yang lebih megah.

Film horor religi Munafik: Melawan Iblis resmi meluncurkan poster perdananya dalam acara Press Conference Launching Poster yang digelar di Tangcity Mall XXI, Kota Tangerang, Jumat (17/7/2026). Acara tersebut dihadiri para pemain utama, produser, sutradara, serta puluhan awak media sebagai bagian dari rangkaian promosi menjelang penayangan film pada 3 September 2026.

Hadir dalam konferensi pers tersebut Arya Saloka, Acha Septriasa, Donny Damara, Faqih Alaydrus, Produser Oswin Bonifanz, serta Sutradara Guntur Soeharjanto. Seusai sesi konferensi pers, para pemain juga mengikuti doorstop interview dan meet and greet bersama ribuan penggemar di Atrium Tangcity Mall.

Dalam kesempatan itu, Arya Saloka mengungkapkan bahwa perjalanan produksi film berlangsung cukup panjang. Meski proses syuting telah selesai pada Desember 2025, tim produksi membutuhkan waktu sekitar tujuh bulan untuk menyelesaikan tahap pascaproduksi.

Arya yang memerankan Ustaz Adam mengatakan film ini bukan hanya menyuguhkan teror supranatural, tetapi juga mengangkat pergulatan batin manusia saat berada di titik terendah kehidupan.

Menurutnya, karakter Fitri menjadi gambaran seseorang yang kehilangan harapan setelah ditinggal kedua orang tuanya. Keputusasaan itu membuat dirinya menjadi sasaran kekuatan jahat hingga akhirnya diselamatkan oleh Ustaz Adam dan Ustaz Anwar.

“Film ini berbicara tentang bagaimana seseorang memilih tetap beriman atau tenggelam dalam keputusasaan. Ketika kehilangan harapan dan menjauh dari Tuhan, di situlah kekuatan jahat mencari celah,” kata Arya.

Saat ditanya mengenai intensitas pertarungan antara Ustaz Adam dan iblis, Arya menjawab dengan penuh semangat.

“Kalau disuruh memberi nilai satu sampai sepuluh, saya kasih seribu. Energinya luar biasa,” ujarnya disambut tawa para peserta konferensi pers.

Dalam konferensi pers tersebut, Acha Septriasa yang memerankan karakter Fitri mengungkapkan bahwa film Munafik: Melawan Iblis tidak hanya menawarkan kengerian dari sosok iblis, tetapi juga menyajikan konflik emosional yang kuat.

Menurut Acha, Fitri adalah perempuan yang mengalami kehilangan besar setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Duka mendalam membuatnya kehilangan harapan, mempertanyakan hidup, bahkan mulai goyah dalam keimanannya. Kondisi batin itulah yang kemudian dimanfaatkan oleh kekuatan jahat.

“Fitri berada di persimpangan antara tetap beriman kepada Tuhan atau menyerah pada keputusasaan. Ketika seseorang merasa hidupnya sudah berakhir dan kehilangan harapan, di situlah energi negatif mulai masuk,” ujar Acha.

Sementara itu, Produser Oswin Bonifanz menjelaskan bahwa lamanya proses produksi merupakan konsekuensi dari komitmen tim untuk menghadirkan kualitas terbaik.

“Syuting memang selesai sejak Desember 2025. Namun proses editing, CGI, dan penyempurnaan visual membutuhkan waktu cukup panjang karena kami ingin memastikan penonton menyaksikan hasil yang maksimal,” jelasnya.

Di sisi lain, Sutradara Guntur Soeharjanto menegaskan bahwa film ini hadir dengan pendekatan baru meski diadaptasi dari waralaba horor Malaysia yang sukses.

“Kami tidak sekadar mengulang cerita lama. Kami membangun identitas baru dengan karakter, atmosfer, dan konflik yang lebih kuat sehingga memberikan pengalaman berbeda bagi penonton Indonesia,” ungkap Guntur.

Aktor senior Donny Damara, yang untuk pertama kalinya bermain dalam film horor, mengaku tertantang memerankan tokoh Haji Mansur, sosok kepala keluarga yang teguh mempertahankan keimanan di tengah ancaman kekuatan gelap.

“Ini pengalaman pertama saya di genre horor. Saya banyak mendapat arahan dari Pak Guntur dan menikmati prosesnya,” katanya.

Sementara itu, Faqih Alaydrus mengaku bersyukur bisa menjadi bagian dari film tersebut. Menurutnya, pengalaman bekerja bersama Arya Saloka dan para aktor senior menjadi kesempatan berharga untuk belajar.

Film ini juga menghadirkan karakter Mutia, yang diperankan Anissa Aziza. Mutia menjadi salah satu korban pertama gangguan iblis sebelum akhirnya diselamatkan oleh Ustaz Adam, membuka rangkaian kisah penuh misteri yang menjadi inti cerita.

Di balik adegan-adegan menyeramkan, para pemain mengaku suasana syuting berlangsung hangat. Bahkan, salah satu pemeran karakter iblis sempat bercanda harus makan sendirian karena riasan wajah dan gigi hitamnya membuat rekan-rekan pemain terkejut.

Melalui peluncuran poster ini, tim produksi berharap antusiasme masyarakat semakin meningkat menjelang penayangan film di bioskop.

Dengan jajaran pemain Arya Saloka, Acha Septriasa, Donny Damara, Dimas Aditya, Anissa Aziza, dan Faqih Alaydrus, Munafik: Melawan Iblis digadang-gadang menjadi salah satu film horor religi paling dinanti pada 2026.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026, menghadirkan kisah pertarungan iman melawan kekuatan iblis yang dikemas dengan efek visual, atmosfer mencekam, dan pesan spiritual yang kuat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.