PEKANBARU, Radarjakarta.id – Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Riau bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Riau yang membahas LKPJ APBD Tahun Anggaran 2025 berakhir ricuh di Gedung DPRD Riau, Kamis (16/7). Ketegangan yang semula terjadi di dalam ruang rapat berkembang menjadi bentrokan antarkelompok pendukung dua anggota DPRD, sehingga aparat keamanan dan sejumlah legislator turun tangan untuk meredakan situasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai media lokal dan nasional, perselisihan bermula dari adu argumentasi antara Wakil Ketua DPRD Riau Parisman Ihwan dan Ketua Komisi V DPRD Riau Indra Gunawan Eet saat rapat berlangsung. Meski sempat mereda, ketegangan kembali muncul setelah rapat berakhir sekitar pukul 14.30 WIB ketika pendukung kedua pihak berkumpul di area gedung dewan.
Sejumlah saksi menyebut bentrokan diawali dengan saling adu mulut yang kemudian berubah menjadi aksi saling dorong dan baku pukul. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, beberapa orang terlihat terlibat perkelahian hingga menyebabkan seorang pria dilaporkan terjatuh dan sempat tidak sadarkan diri. Situasi akhirnya berhasil dikendalikan setelah petugas keamanan serta anggota DPRD yang masih berada di lokasi melakukan pemisahan terhadap kedua kubu.
Hingga Kamis malam, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti konflik maupun identitas korban yang dikabarkan mengalami luka. Pihak Sekretariat DPRD Riau menyatakan akan memberikan keterangan setelah melakukan pendalaman terhadap insiden tersebut, sementara aparat keamanan masih mengumpulkan informasi terkait dugaan keterlibatan pihak-pihak yang berada di lokasi.
Insiden ini menjadi sorotan publik karena terjadi di lingkungan lembaga legislatif yang semestinya menjadi ruang penyelesaian perbedaan melalui mekanisme demokrasi. Sejumlah kalangan mendesak agar DPRD Riau melakukan evaluasi terhadap sistem pengamanan internal dan mengusut tuntas penyebab kericuhan guna mencegah kejadian serupa terulang. Hingga berita ini ditulis, belum terdapat pernyataan resmi dari kedua anggota DPRD yang dikaitkan dengan insiden tersebut.|Santi Sinaga*











