DEPOK, Radarjakarta.id – Bunga Tabebuya mulai bermekaran di Kota Depok seperti di jalan Margonda, Kartini ruas jalan lainnya.
Suasana ruas-ruas jalan utama di Kota Depok kini tampak berbeda dan semakin estetik hasil dari pohon Tabebuya yang ditanam oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok di sepanjang Jalan Juanda, Margonda, Kartini, dan kawasan Grand Depok City (GDC) kini tengah bermekaran indah, menampilkan gradasi warna kuning dan merah muda yang menawan.
Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan program penghijauan ini.
“Mekarnya bunga Tabebuya di jalan-jalan protokol ini adalah hasil dari komitmen dan dedikasi panjang DLHK untuk menghadirkan ruang publik yang tidak hanya teduh secara ekologis,”katanya.
Tetapi juga mampu memanjakan mata warga. Ini adalah bagian dari upaya berkesinambungan DKLH untuk menjadikan Depok sebagai kota yang asri, nyaman, dan berwawasan lingkungan.
“Keindahan visual tersebut, terdapat perencanaan lingkungan yang matang dan terukur.” ujarnya.
Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Konservasi (TLK) DLHK Kota Depok, Tri Sakti Anggoro, menambahkan pemilihan spesies Tabebuya didasarkan pada perhitungan teknis silvikultur urban yang spesifik.
“Secara teknis, pemilihan Handroanthus chrysotrichus (Tabebuya kuning) dan Handroanthus heptaphyllus (Tabebuya pink) didasarkan pada tingkat adaptabilitasnya yang tinggi terhadap urban stress, termasuk polusi udara dan suhu panas jalanan aspal,” katanya.
Sistem perakarannya yang berjenis tunggang sangat ideal untuk koridor jalan karena tidak merusak struktur trotoar maupun aspal, sementara tajuk daunnya berfungsi optimal sebagai carbon sink (penyerap karbon) dan mereduksi efek Urban Heat Island di pusat kota.
Keberhasilan penanaman tabebuya ini merupakan manifestasi strategis dalam merancang dan mengeksekusi Blueprint Keindahan Kota (Urban Aesthetics Blueprint).
Blueprint ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon semata, melainkan mengintegrasikan fungsi ekologi, keselamatan infrastruktur, dan tata rias kota yang ramah bagi masyarakat awam.
Penempatan Tabebuya di median jalan dirancang untuk menciptakan garis visual yang terarah (visual guidance) bagi pengendara sekaligus memperkuat identitas jalan-jalan utama Kota Depok sebagai koridor hijau yang modern.











