DEPOK, Radarjakarta.id – Ribuan warga dari berbagai elemen masyarakat menggelar aksi damai di Jalan Margonda Raya, tepatnya di depan Depok Open Space, Kota Depok, pada Selasa (23/6).
Aksi berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif serta menjadi wadah penyampaian aspirasi masyarakat yang tetap mengedepankan ketertiban umum dan semangat persatuan.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan dukungan terhadap keberlanjutan berbagai program strategis pemerintah, khususnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta berbagai agenda pembangunan yang merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Selain menyuarakan dukungan terhadap program pemerintah pusat, massa juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Depok, Supian Suri, yang dinilai telah menunjukkan komitmen dalam menghadirkan program-program yang berpihak kepada masyarakat.
Salah satu program yang mendapat apresiasi adalah rintisan sekolah swasta gratis yang dianggap sebagai langkah nyata dalam memperluas akses pendidikan bagi warga Kota Depok.
Perwakilan massa menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Depok atas berbagai upaya yang telah dilakukan dalam mewujudkan program-program yang sejalan dengan visi pembangunan nasional.
Massa juga menyatakan dukungan penuh kepada Wali Kota Depok untuk terus merealisasikan berbagai program pembangunan lainnya yang selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo.
“Dari apa yang kami lihat dan rasakan di tengah masyarakat, dukungan terhadap program-program Presiden Prabowo dan Wali Kota Depok sangat besar. Masyarakat menginginkan program-program yang pro-rakyat seperti MBG, peningkatan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi dapat terus dilanjutkan,” ujar salah satu perwakilan massa aksi Pardi dari Sukatani, Tapos.
Berdasarkan pengamatan selama kegiatan berlangsung, mayoritas masyarakat yang hadir menunjukkan dukungan terhadap keberlanjutan program-program pemerintah yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi rakyat.
Antusiasme tersebut mencerminkan harapan agar sinergi antara pemerintah pusat dan Pemerintah Kota Depok terus diperkuat dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Aksi damai yang diikuti ribuan peserta tersebut berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan.
Tidak terjadi gangguan keamanan maupun ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Massa membubarkan diri dengan damai setelah menyampaikan aspirasi dan dukungannya terhadap keberlanjutan program-program pembangunan nasional dan daerah.
Aksi ini menjadi bukti bahwa masyarakat Kota Depok mengedepankan penyampaian aspirasi secara demokratis, damai, dan konstruktif, sekaligus menunjukkan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Sementara itu, menanggapi dinamika yang berkembang dalam aksi penyampaian pendapat di muka umum, Akademisi Muda Kota Depok, Muhammad Fadil Haq, mengajak seluruh elemen mahasiswa untuk tetap mengedepankan etika, adab, dan intelektualitas dalam menyampaikan kritik kepada pemerintah.
“Saya menghormati kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi. Namun saya mengutuk segala bentuk penghinaan terhadap kepala negara maupun simbol-simbol negara. Kritik adalah bagian dari demokrasi, tetapi penghinaan bukanlah tradisi intelektual yang mencerminkan karakter mahasiswa Indonesia,” ujar Fadil.
Menurutnya, mahasiswa sebagai kaum intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan gagasan, solusi, dan rekomendasi kebijakan yang konstruktif, terutama dalam mengawal berbagai program pemerintah agar berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
“Mahasiswa seharusnya menjadi mitra kritis pemerintah dengan menawarkan solusi terhadap persoalan tata kelola program, pengawasan anggaran, maupun implementasi kebijakan,”katanya.
Bukan sekadar melontarkan narasi yang bersifat personal dan menghina kepala negara yang saat ini tengah berupaya menjalankan amanat rakyat serta memperjuangkan kepentingan dan kedaulatan Indonesia di tengah berbagai tantangan global.
Fadil juga mengajak seluruh pihak untuk menjaga iklim demokrasi yang sehat, beradab, dan produktif, sehingga perbedaan pandangan dapat menjadi energi positif dalam memperkuat pembangunan nasional dan mewujudkan cita-cita Indonesia yang maju, berdaulat , adil dan makmur.|Aji*










