Bina Antarbudaya dan SKK Migas Kembali Gelar AFS Global Future Leaders Network 2026

AFS Global Future Leaders Network (GFLN) 2026. (Foto: Ist)
banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Yayasan Bina Antarbudaya bersama SKK Migas kembali menggelar program AFS Global Future Leaders Network (GFLN) 2026, sebuah inisiatif pendidikan yang membekali pelajar Indonesia dengan pemahaman mengenai pengelolaan limbah, industri hulu minyak dan gas bumi (migas), serta pembangunan berkelanjutan.

Program yang merupakan bagian dari Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM) bidang pendidikan ini mempertemukan 38 pelajar terpilih dari berbagai wilayah operasi hulu migas di Indonesia. Mereka berasal dari Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Pelalawan, Sampang, Banggai, hingga Teluk Bintuni dan berhasil lolos dari proses seleksi yang diikuti oleh 256 pendaftar.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Selama mengikuti lokakarya tatap muka, para peserta yang berusia 15–18 tahun mendapatkan berbagai materi terkait Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), pengenalan sektor energi, dasar perancangan proyek sosial, hingga pengembangan keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi.

Tidak hanya belajar di dalam kelas, peserta juga diajak mengikuti pengalaman belajar lapangan melalui kunjungan ke sejumlah institusi dan lokasi yang relevan dengan tema program. Kegiatan tersebut meliputi kunjungan ke Nathabumi untuk mempelajari praktik pengelolaan limbah, Fakultas Teknik Universitas Indonesia yang menerapkan berbagai teknologi ramah lingkungan, Kantor SKK Migas, serta Museum Nasional.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta memperoleh gambaran nyata mengenai hubungan antara pendidikan, inovasi teknologi, dan peran sektor energi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

Direktur Eksekutif Bina Antarbudaya, Gatot Sam, mengatakan bahwa program ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi peserta, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun karakter dan kompetensi yang dibutuhkan di masa depan.

“Melalui pelatihan ini, para peserta memperoleh pengalaman dan keterampilan yang dapat menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, serta mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja di masa depan,” kata Gatot Sam.

Sebagai bentuk implementasi pembelajaran, peserta menyusun dan mempresentasikan capstone project dalam delapan kelompok pada akhir program. Proyek-proyek tersebut dirancang sebagai solusi atas berbagai permasalahan yang ada di masyarakat dengan pendekatan yang inovatif dan berpotensi untuk diterapkan secara nyata.

Presentasi peserta dinilai oleh dewan juri yang melibatkan perwakilan SKK Migas. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah kategori penghargaan, yakni The Most Innovative Idea, The Most Impactful Solution, The Most Progressive Group, The Most Engaging Presentation, dan The Best Capstone Project.

Program AFS Global Future Leaders Network 2026 mendapat dukungan dari 12 Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang beroperasi di sektor hulu migas, yaitu Inpex Masela Ltd, bp Indonesia, Bumi Siak Pusako, EMP Bentu Limited, ExxonMobil Cepu Limited, Pertamina Hulu Rokan, Husky-CNOOC Madura Limited, Medco Energi Sampang Pty, JOB Pertamina Medco Tomori, Premier Oil Natuna Sea B.V., Genting Oil Kasuri Pte. Ltd., dan PetroChina International Jabung.

Melalui kolaborasi ini, Bina Antarbudaya dan SKK Migas berupaya membuka akses pembelajaran yang lebih luas bagi generasi muda Indonesia, khususnya di wilayah operasi industri hulu migas. Program ini sekaligus menjadi bukti bahwa pendidikan yang inklusif dan relevan dengan tantangan masa depan memiliki peran penting dalam mencetak calon pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.

Dengan pengalaman lebih dari tujuh dekade dalam pendidikan antarbudaya, Bina Antarbudaya dan AFS terus mengembangkan berbagai program pembelajaran, baik secara digital maupun tatap muka, guna menjangkau lebih banyak pelajar di seluruh Indonesia dan menyiapkan mereka menjadi warga global yang berdaya saing.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.