MAJALENGKA, Radarjakarta.id – Dunia pendidikan Kabupaten Majalengka kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Rina Nengsih, Pengawas Sekolah pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, berhasil meraih Juara 1 Lomba Karya Tulis Praktik Baik yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (Dirjen KSPSTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) RI.
Pengumuman kemenangan tersebut disampaikan secara resmi melalui akun media sosial Dirjen KSPSTK pada Minggu, 31 Mei 2026.
Prestasi ini menjadi semakin istimewa karena diraih di tengah kesibukan Rina yang padat. Selain menjalankan tugas sebagai pengawas sekolah, ia juga tengah menyelesaikan studi Pascasarjana Pendidikan Dasar (Pendas) di Universitas Majalengka.
Rina Nengsih juga diketahui sebagai anggota Persit Cabang XXVIII Kodim 0617/Majalengka. Ia merupakan istri dari Kopka Oding Nurhadi, anggota Penerangan Kodim 0617/Majalengka.
Meski memiliki keterbatasan waktu, ibu satu anak ini tetap mampu menunjukkan produktivitas dan konsistensi dalam berkarya hingga meraih prestasi di level nasional.
Dalam lomba tersebut, Rina menulis karya ilmiah berjudul: “Pendampingan Humanis Pengawas Melalui Strategi MBG dalam Implementasi PMM dan KKA.”
Karya ini menekankan pentingnya peran pengawas sekolah bukan hanya sebagai pemeriksa, tetapi sebagai mitra strategis kepala sekolah dan guru yang mendampingi dengan pendekatan humanis.
Melalui strategi MBG (Mantapkan, Berdayakan, Gerakan), Rina mendorong penguatan ekosistem pendidikan di wilayah binaannya agar implementasi Pembelajaran Mendalam dan KKA berjalan lebih optimal demi peningkatan mutu pembelajaran.
Saat dihubungi, Rina menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut serta menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerja kolektif.
“Prestasi ini tidak lepas dari dukungan dan kolaborasi semua pihak. Pendidikan berkualitas lahir dari sinergi, komitmen untuk terus belajar, berproses, dan bertumbuh demi mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” ujarnya.
Keberhasilan Rina Nengsih menjadi bukti bahwa pengawas sekolah di daerah memiliki kapasitas untuk bersaing di tingkat nasional sekaligus menjadi motor penggerak perubahan pendidikan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru, kepala sekolah, dan pengawas di seluruh Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Di tengah kesibukan profesi dan akademik, Rina menunjukkan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk berkarya. Justru komitmen pada pendidikan menjadi energi untuk melahirkan praktik baik yang berdampak luas bagi generasi bangsa.|Bagus Wirawiri*











