Dulu Ditakuti Begal, Kini Arsal Sahban Jadi Kandidat Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026

banner 468x60

Radarjakarta.id, Jakarta – Kabupaten Lumajang kembali mengingat satu nama yang pernah begitu melekat dalam upaya pemberantasan kriminalitas di daerahnya. Sosok itu adalah Muhammad Arsal Sahban, perwira Polri yang dikenal luas dengan julukan “Komandan Cobra”.

Tujuh tahun setelah meninggalkan jabatan sebagai Kapolres Lumajang, nama Arsal Sahban justru kembali menggema. Bukan karena pencitraan ataupun dorongan institusi, melainkan karena usulan masyarakat Lumajang sendiri yang secara sukarela mencalonkannya dalam ajang bergengsi Hoegeng Awards 2026.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Kini, Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 resmi menetapkan Arsal Sahban sebagai satu dari tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas — kategori yang disebut para juri sebagai penilaian paling berat, paling ketat, sekaligus paling prestisius dalam penghargaan tersebut.

Kategori Polisi Berintegritas memang menjadi sorotan utama karena menjadikan sosok Hoegeng Iman Santoso sebagai standar moral dan keteladanan. Penilaian tidak hanya melihat prestasi kerja, tetapi juga menelusuri rekam jejak kehidupan, laporan kekayaan, gaya hidup, konflik kepentingan, hingga konfirmasi silang dari berbagai sumber independen.

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, menyebut kategori ini sebagai yang paling rumit karena integritas tidak bisa dinilai dari satu peristiwa saja.

Sementara itu, Alissa Qotrunnada Wahid menegaskan bahwa standar integritas dalam Hoegeng Awards sangat tinggi dan tidak bisa ditawar. Hal senada juga disampaikan mantan Plt. Pimpinan KPK, Mas Achmad Santosa, yang menyebut publik memang sedang menunggu figur polisi yang benar-benar bersih dan berintegritas.

Dari Kota Begal Menjadi Simbol Ketegasan

Saat pertama kali menjabat Kapolres Lumajang pada November 2018, Arsal Sahban datang di tengah situasi yang tidak mudah. Lumajang kala itu dikenal sebagai “kota begal”, dengan angka kriminalitas yang tinggi dan rasa aman masyarakat yang menurun drastis.

Arsal bergerak cepat dengan membentuk Tim Cobra, unit khusus yang fokus memberantas begal, pencurian sapi, dan tambang pasir ilegal. Nama Tim Cobra kemudian menjadi momok bagi pelaku kriminal di Lumajang.

Masyarakat masih mengingat bagaimana Tim Cobra bergerak cepat hingga ke pelosok desa, bahkan menyisir kebun tebu menggunakan drone untuk memburu pelaku pencurian sapi. Arsal juga dikenal pernah menjanjikan hadiah gaji satu bulan bagi warga yang membantu menangkap begal atau maling sapi — dan janji itu benar-benar ditepati.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, angka kriminalitas Lumajang justru berada pada titik terendah saat Arsal menjabat pada 2019, yakni 312 kasus dengan tingkat penyelesaian perkara mencapai 88,46 persen. Angka itu melonjak tajam setelah dirinya pindah tugas.

Integritas yang Disebut Tidak Bisa Dibeli

Di balik ketegasan tersebut, sosok Arsal juga dikenal memiliki sikap antisuap yang kuat. Mantan Katim Cobra sekaligus mantan Kasat Reskrim Lumajang, Hasran, mengungkapkan bahwa beberapa kali ada pihak yang mencoba menawarkan sesuatu untuk mempengaruhi penanganan perkara.

“Bahkan pernah ada yang menawarkan sampai dua koper, tetapi ditolak. Kalau masalah integritas, beliau tidak diragukan lagi,” ungkap Hasran.

Kini Hasran diketahui mendirikan firma hukum bernama “Hasran Cobra & Partners” sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan Tim Cobra yang pernah dibangun bersama Arsal Sahban.

Polisi Akademisi dan Pemikir Strategis

Di luar dunia kepolisian, Arsal Sahban juga aktif dalam dunia akademik. Ia merupakan dosen tetap STIK-PTIK dengan jabatan akademik Lektor yang diakui resmi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Pada Desember 2025, Arsal menyelesaikan pendidikan Sespimti Polri dan meraih penghargaan Naskah Strategis Terbaik melalui karya bertajuk:

“Ancaman Baru di Balik Blockchain: Strategi Polri dalam Memitigasi Cyber Dependent Financial Crime demi Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional.”

Karyanya dinilai menghadirkan gagasan baru terkait ancaman kejahatan keuangan berbasis blockchain yang bergerak lintas negara dan sulit dilacak.

Selain itu, Arsal juga berperan menjembatani kerja sama akademik antara STIK-PTIK dengan Northern Illinois University, termasuk pengembangan kurikulum internasional dan program pertukaran akademik.

Dari Komandan Cobra Menjadi Ketua RT

Di tengah sederet prestasi dan jabatan strategisnya, ada sisi sederhana dari Arsal Sahban yang justru membuat masyarakat semakin menaruh hormat. Selama lebih dari 15 tahun, ia diketahui menjabat Ketua RT di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Bahkan pada pemilihan ulang Oktober 2024, warga kembali memilihnya secara aklamasi tanpa adanya kandidat lain.

Ketua RW setempat, Sunaryo, menyebut Arsal sebagai sosok yang sederhana, mudah berkomunikasi, dan aktif memperhatikan lingkungan warga.

Tiga Besar Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026

Berikut tiga besar kandidat kategori Polisi Berintegritas Hoegeng Awards 2026:

1. Muhammad Arsal Sahban

2. Norul Hidayat

3. Yimmy Kurniawan

 

Sementara Dewan Pakar Hoegeng Awards 2026 terdiri dari tokoh-tokoh nasional seperti Habiburokhman, Alissa Qotrunnada Wahid, Putu Elvina, Mas Achmad Santosa, dan Gufron Mabruri.

Bagi Arsal Sahban sendiri, pencapaian ini bukan sekadar soal penghargaan. Ia mengaku paling bersyukur karena masyarakat Lumajang masih mengingat dan mempercayainya, meski tujuh tahun telah berlalu sejak dirinya meninggalkan kota tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.