DEPOK, Radarjakarta.id – Saat ini Pemerintah Kota Depok punya komitmen untuk mengelola sampah secara maju
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Reni Siti Nuraeni mengatakan pengelolaan sampah secara maju itu yang pertama adalah pengurangan sampah.
“Kemudian di wilayahnya juga kita kuatkan dengan pengolahan sampah dengan pengelolaan sampah secara ramah lingkungan dengan menggunakan industrialisasi,” katanya.
Dia mengatakan yang pertama dengan metode Refuse Derived Fuel atau RDF dan yang kedua dengan PSEL atau Pengolaan Sampah Menjadi Energi Listrik.
“Dimana saat ini PSEL Depok Sudah menandatangani dua MOU dalam penanganan sampah,” katanya.
Sebetulnya yang pertama dengan Kota Bogor untuk melakukan aglomerasi dan membuang sampah yang di Kayumanis.
“Kemudian dengan Danatara juga kita sudah melakukan MOU untuk melakukan kemitraan dalam pengolahan sampah,” katanya.
Lalu komitmen Pemerintah juga saat ini sudah jelas karena Pemerintah Kota Depok saat ini memiliki salah satu janji untuk mengelola sampah secara termaju.
“Harapannya komitmen yang baik ini juga didukung oleh seluruh masyarakat kota Depok,” katanya.
Sehingga pengolahan sampah dengan skala yang lebih besar 700 ton ke Kayu Manis dan 500 tahun di wilayah Cipayung itu bisa terealisasi.
Dengan baik tentunya dengan tidak menghilangkan pengurangan sampah di hulu Karena tanpa penggunaan sampah dulu proses di hilir pun akan menjadi sesuatu yang sangat sulit.
“Untuk kita lakukan tentunya harapan kami yang pertama adalah mohon maaf apabila dalam pengelolaan sampah di Kota Depok kami belum bisa maksimal seperti yang diharapkan oleh seluruh warga Kota Depok umumnya dan warga wilayah Cipayung pada khususnya” katanya.
Yang kedua juga menyampaikan ucapan terima kasih untuk seluruh warga Kota Depok yang sudah mau berkontribusi berpartisipasi untuk mulai melakukan pengurangan sampah di Hulu
Kemudian yang kedua komitmen dan konsisten dalam mengelola sampahnya dan yang terakhirnya harapannya ini warga masyarakat yang sudah mulai melakukan pemilahan ataupun pengurangan sampah dulu bisa menjadi inspirasi untuk warga masyarakat.
Wali Kota Depok, Supian Suri telah melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kementerian Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia (Kemenkopangan RI).
Penandatanganan MoU tersebut merupakan buah dari upaya percepatan yang dilakukan oleh berbagai pihak baik di pusat maupun daerah.
Tentunya sejalan dengan semangat percepatan untuk penanganan kedaruratan sampah di Indonesia sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Perkotaan Melalui Pengolahan Sampah Menjadi Energi Terbarukan Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.
Wali Kota Depok Supian Suri mengatakan, proses ini merupakan bagian dari ikhtiar Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan PSEL dan saat ini sudah ada ditahap lanjutan.
“Alhamdulillah hari ini sudah MoU dengan Bogor dan Danantara serta disaksikan langsung oleh Pak Menko Pangan sebagai penanggung jawab proyek PSEL ini,” katanya.
Supain Suri berharap proyek tersebut dapat terealisasi paling lambat pada tahun 2028.
Nantinya, sekitar 700 ton sampah dari Kota Depok akan dikirim ke wilayah Kayu Manis, Bogor untuk dikelola menjadi energi listrik.











