BAGHDAD, Radarjakarta.id – Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas setelah muncul laporan mengejutkan bahwa Israel diduga membangun pangkalan militer rahasia di wilayah gurun Irak untuk mendukung operasi udara melawan Iran. Keberadaan instalasi tersembunyi itu disebut nyaris terbongkar setelah seorang penggembala lokal melihat aktivitas mencurigakan berupa helikopter terbang rendah dan pergerakan militer tak biasa di kawasan terpencil.
Laporan The Wall Street Journal menyebut pangkalan tersebut dibangun tepat sebelum konflik pecah dan digunakan sebagai pusat logistik serta markas pasukan khusus Israel. Fasilitas itu juga disebut disiapkan untuk operasi pencarian dan penyelamatan apabila pilot Israel ditembak jatuh saat menjalankan misi di wilayah musuh.
Lokasi gurun Irak yang luas dan minim penduduk dinilai strategis karena mampu memangkas jarak operasi militer Israel menuju Iran yang mencapai sekitar 1.000 mil. Dengan dukungan pangkalan tersebut, operasi udara jarak jauh disebut menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.
Situasi berubah tegang ketika media pemerintah Irak melaporkan adanya warga yang melaporkan aktivitas mencurigakan di area tersebut. Militer Irak kemudian mengirim pasukan investigasi. Namun sebelum mencapai lokasi, serangan udara terjadi dan menewaskan satu tentara Irak serta melukai dua lainnya. Insiden itu memicu dugaan kuat adanya operasi rahasia yang sedang disembunyikan.
Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al-Muhammadawi, mengecam keras dugaan operasi tersebut. Ia menyebut aktivitas itu dilakukan tanpa koordinasi maupun persetujuan pemerintah Irak. Baghdad kemudian melayangkan pengaduan resmi ke Perserikatan Bangsa-Bangsa dan sempat menuding Amerika Serikat terlibat, meski pejabat AS membantah tuduhan tersebut.
Wilayah gurun barat Irak memang давно dikenal sebagai zona strategis untuk operasi militer rahasia. Pada perang melawan Saddam Hussein tahun 1991 dan 2003, kawasan yang sama juga pernah digunakan pasukan AS. Kini, dugaan keberadaan pangkalan Israel kembali menempatkan Irak di tengah pusaran konflik geopolitik paling panas di kawasan.***











