PATI, RadarJakarta.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa Godo, Kecamatan Winong, tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan warga.
Salah satu kisah datang dari Mbah Sumarni, seorang lansia yang merasakan langsung perhatian para prajurit TNI. Di usia senjanya, ia tampak sumringah saat disambangi Babinsa di kediamannya.
Senyum tulus Mbah Sumarni menjadi gambaran bahwa kehadiran TMMD bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi juga membawa kehangatan dan kepedulian bagi masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan perhatian lebih.
Selama ini, TMMD dikenal melalui pembangunan jalan, rumah tidak layak huni (RTLH), hingga fasilitas umum. Namun, melalui kegiatan komunikasi sosial (komsos), para Babinsa juga aktif menjalin kedekatan dengan warga, termasuk para lansia.
Babinsa Desa Godo rutin mengunjungi warga untuk memastikan kondisi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari mereka. Kehadiran ini menjadi bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Senang sekali kalau ada Pak Tentara datang, jadi tidak merasa sendirian,” ujar Mbah Sumarni dengan wajah bahagia.
Komandan Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati, Letkol Arm Timotius Yogi, menegaskan bahwa TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan masyarakat.
“Kami ingin kehadiran TNI benar-benar dirasakan, tidak hanya melalui pembangunan, tetapi juga lewat kepedulian dan kebersamaan,” ujarnya.
Melalui pendekatan humanis ini, TMMD menjadi bukti bahwa pembangunan desa tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, dan kebersamaan. Senyum Mbah Sumarni pun menjadi simbol hangatnya kehadiran TNI di tengah masyarakat.











