TPS Transit RW 03 Palmerah Difungsikan Kembali, Terapkan Sistem Bersih Tanpa Penumpukan Sampah

banner 468x60

Jakarta Barat, RadarJakarta.id – Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Transit di RW 03, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat kembali difungsikan dengan konsep baru yang lebih modern dan ramah lingkungan, Jumat (10/4/2026).

Berlokasi di Jalan Kemanggisan Pulo I RT 01/RW 03, pengoperasian TPS Transit ini dihadiri oleh Lurah Palmerah beserta jajaran, petugas Lingkungan Hidup (LH), Ketua RW dan RT, LMK, FKDM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Satpol PP, serta tokoh masyarakat setempat.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Lurah Palmerah, Zaenal Ngaripin, menegaskan bahwa sistem yang diterapkan kali ini bukan lagi pola lama yang identik dengan penumpukan sampah. TPS tersebut kini difungsikan murni sebagai titik transit pengangkutan.

“Ini bukan tempat pembuangan seperti sebelumnya. Konsepnya sekarang adalah transit, di mana sampah dari gerobak langsung dipindahkan ke truk. Setelah itu, lokasi harus kembali bersih tanpa ada penumpukan,” ujar Zaenal saat ditemui di lokasi.

Ia menjelaskan, perubahan konsep ini bertujuan menghilangkan dampak negatif seperti bau tak sedap serta menjaga kenyamanan warga, khususnya yang tinggal di sekitar RT 01 RW 03.

Zaenal juga menekankan pentingnya disiplin dalam operasional, terutama terkait jadwal kedatangan gerobak dan kesiapan armada pengangkut.

“Pengangkutan harus sesuai jadwal. Kalau truk belum ada, jangan sampai terjadi antrean gerobak di luar karena bisa menimbulkan penumpukan. Ini butuh koordinasi kuat dengan petugas LH,” jelasnya.

Selain itu, pengelolaan TPS Transit juga diawasi untuk memastikan keamanan serta mencegah praktik pungutan liar (pungli). Ia berharap sistem ini berjalan transparan dan tertib.

Menariknya, lokasi TPS Transit ini juga dirancang memiliki nilai tambah. Setelah operasional selesai dan area dinyatakan bersih, tempat tersebut dapat dimanfaatkan untuk aktivitas warga.

“Kalau sudah bersih, bisa dipakai untuk olahraga, tempat berkumpul, bahkan mendukung kegiatan UMKM warga. Jadi tidak lagi identik dengan kawasan kumuh,” tambahnya.

Operasional TPS Transit dibatasi mulai pukul 08.00 hingga maksimal pukul 15.00 WIB. Di luar jam tersebut, area harus dalam kondisi bersih tanpa aktivitas pengangkutan guna menjaga kenyamanan lingkungan.

Ketua RW 03, Nurhadi Prasyitno, mengatakan sistem ini mengutamakan kecepatan dan efisiensi agar tidak ada sampah yang mengendap.

“Semua sampah dari warga langsung dinaikkan ke truk. Tujuannya agar tidak ada penumpukan di lokasi. Kami pastikan koordinasi dengan petugas LH berjalan baik, sehingga armada selalu siap,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ada aktivitas pengangkutan di malam hari demi menjaga ketenangan warga.

“Sore hari harus sudah clear. Tidak boleh ada kegiatan malam supaya warga bisa istirahat dengan nyaman,” katanya.

Menurutnya, perubahan ini juga menjadi upaya mengubah citra TPS menjadi ruang yang lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kalau bersih dan tidak bau, warga bisa senam, anak-anak bermain, bahkan UMKM bisa memanfaatkan di waktu tertentu. Kita ubah kesan kumuh jadi positif,” ungkap Nurhadi.

Sementara itu, Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Palmerah, Erpan Zahri, menyebutkan saat ini disiapkan dua unit armada pengangkut untuk menunjang operasional awal.

“Ada dua armada, satu truk besar dan satu unit kecil. Ke depan, penambahan akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Erpan juga menyoroti kondisi darurat sampah yang terjadi akibat keterbatasan kapasitas TPST Bantargebang. Ia menilai sistem TPS Transit ini menjadi solusi sementara sekaligus mendorong partisipasi warga dalam mengurangi sampah.

“Kondisi saat ini menuntut kita tidak hanya mengandalkan pembuangan akhir. Warga juga harus mulai aktif memilah dan mengurangi sampah dari sumbernya,” pungkasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.