Pramono Anung Ultimatum PPSU: Sekali Curang, Langsung Dipecat

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Jakarta diguncang skandal memalukan di balik layar layanan pengaduan warga. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meledak setelah terbongkar praktik manipulasi laporan di aplikasi JAKI yang diduga melibatkan rekayasa foto berbasis kecerdasan buatan (AI). Tak tinggal diam, ia langsung menyiapkan “sidang terbuka” berupa town hall pekan depan untuk mengumpulkan seluruh petugas PPSU dan pengelola JAKI—sebuah langkah yang disebut sebagai peringatan terakhir sebelum gelombang pemecatan besar-besaran.

Kasus yang mencuat di Kelurahan Kalisari, Jakarta Timur, bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini disebut sebagai aksi berulang oleh oknum yang sama, memperlihatkan adanya celah pengawasan yang fatal di level bawah. Pramono menilai, kelalaian para pimpinan wilayah telah memberi ruang bagi praktik manipulasi yang mencederai sistem pelayanan publik.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

“Sekali lagi ada yang coba-coba, tidak ada ampun. Langsung kami berhentikan,” tegas Pramono dengan nada tanpa kompromi. Pernyataan keras ini menandai perubahan sikap tegas Pemprov DKI dalam menghadapi pelanggaran integritas di tubuh birokrasi.

Sebagai langkah nyata, kursi Lurah Kalisari langsung dicopot bersama sejumlah pejabat terkait usai hasil investigasi Inspektorat keluar. Tak berhenti di sana, dugaan manipulasi serupa juga ditemukan di Jakarta Selatan dengan modus berbeda, yakni rekayasa laporan berbasis time lapse. Semua pihak yang terlibat dipastikan akan bernasib sama: disingkirkan tanpa negosiasi.

Pramono menegaskan, integritas laporan adalah wajah Jakarta di mata publik. Baginya, kepercayaan warga jauh lebih penting daripada sekadar menyelamatkan oknum. “Ini bukan sekadar laporan, ini soal kepercayaan. Dan itu tidak boleh dihancurkan oleh ulah segelintir orang,” ujarnya.

Meski dihantam skandal, Pemprov DKI memastikan kepercayaan masyarakat terhadap aplikasi JAKI tetap stabil. Data menunjukkan laporan warga tidak mengalami penurunan signifikan. Namun, pemerintah kini memasang pengawasan super ketat demi memastikan tak ada lagi celah manipulasi di masa depan.|Ucha*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.