Dokter Spesialis Shelly: Kulit Kering Saat Puasa? Ini Tips Menjaga Kesehatan Kulit Selama Ramadan

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Selama bulan suci Ramadan, berbagai perubahan pada tubuh kerap dirasakan oleh masyarakat, salah satunya adalah menurunnya kelembapan kulit.

Tidak sedikit orang yang mengeluhkan kulit menjadi kering dan tampak kusam akibat keterbatasan waktu untuk memenuhi kebutuhan cairan harian selama berpuasa.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Keluhan tersebut menjadi salah satu masalah kesehatan kulit yang paling sering muncul selama Ramadan.

Kondisi ini biasanya terjadi karena tubuh mengalami penurunan asupan cairan, yang kemudian diperparah oleh aktivitas sehari-hari di luar ruangan, paparan udara panas, hingga penggunaan produk perawatan kulit yang kurang tepat.

Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.DVE), dr. Shelly Levenia Sambodo, menjelaskan bahwa menjaga keseimbangan hidrasi tubuh merupakan kunci utama untuk mempertahankan kesehatan kulit selama menjalankan ibadah puasa.

Menurutnya, masyarakat dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk mencegah kulit kering selama Ramadan. Hal tersebut ia sampaikan saat ditemui di Heritage Medical, Jumat (13/3/2026).

Salah satu cara yang dianjurkan adalah menerapkan pola minum 2-4-2, yakni dua gelas air saat berbuka puasa, empat gelas di malam hari, dan dua gelas air saat sahur.

Pola ini dinilai efektif untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh meskipun waktu minum menjadi lebih terbatas selama bulan puasa.

“Pola minum 2-4-2 sangat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sehingga kulit tetap terhidrasi dengan baik,” jelas dr. Shelly.

Selain menjaga asupan cairan, ia juga menyarankan masyarakat untuk memperbanyak konsumsi makanan bernutrisi saat sahur maupun berbuka puasa. Sayur dan buah-buahan menjadi pilihan terbaik karena kaya vitamin, mineral, serta kandungan air yang bermanfaat untuk menjaga kelembapan kulit secara alami.

Tidak hanya dari dalam tubuh, perawatan kulit dari luar juga memiliki peran penting. dr. Shelly menekankan pentingnya menggunakan pelembap setelah mandi untuk membantu mempertahankan kadar air pada kulit.

“Gunakan pelembap atau hand body segera setelah mandi, baik untuk pria maupun wanita. Pilih produk yang tidak mengandung pewangi dan bersifat hipoalergenik agar lebih aman bagi kulit,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih selektif dalam memilih sabun mandi, terutama ketika kondisi kulit sedang kering. Penggunaan sabun antiseptik secara berlebihan justru dapat memperparah kekeringan kulit.

Menurutnya, sabun antiseptik dapat mengganggu keseimbangan mikroorganisme alami pada kulit. Tidak hanya bakteri berbahaya yang hilang, tetapi juga bakteri baik yang berperan menjaga kesehatan kulit.

“Sabun antiseptik bisa membuat kulit semakin kering dan merusak keseimbangan mikroba alami pada kulit,” tambahnya.

Sebagai alternatif, dr. Shelly merekomendasikan penggunaan sabun yang lebih lembut seperti sabun bayi atau sabun berbahan susu kambing.

“Jenis sabun ini biasanya meninggalkan sensasi sedikit licin setelah dibilas, yang menandakan adanya kandungan pelembap alami di dalamnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, dr. Shelly juga menjelaskan adanya perubahan nomenklatur gelar spesialis di bidang kesehatan kulit.

Lanjutnya, jika sebelumnya dikenal dengan istilah Spesialis Kulit dan Kelamin (Sp.KK), kini gelar tersebut telah diperbarui menjadi Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika (Sp.DVE).

Perubahan ini mengikuti kebijakan pemerintah dalam penyesuaian nomenklatur keilmuan di bidang kedokteran. Meski demikian, ruang lingkup keilmuan yang ditangani tetap mencakup tiga aspek utama.

Dermatologi berfokus pada kesehatan dan penyakit kulit, venereologi menangani penyakit menular seksual seperti gonore, sifilis, dan kutil kelamin, sedangkan estetika berkaitan dengan berbagai perawatan kecantikan, mulai dari jerawat, flek hitam, kerutan, hingga prosedur estetika modern seperti botox, filler, thread lift, dan laser.

Saat ini, dr. Shelly Levenia Sambodo diketahui aktif melayani pasien di Heritage Medical, sebuah klinik yang menyediakan layanan kesehatan umum sekaligus konsultasi khusus terkait kesehatan kulit serta penyakit menular seksual.

Dengan menjaga hidrasi tubuh, pola makan sehat, serta perawatan kulit yang tepat, masyarakat diharapkan tetap dapat menjaga kesehatan dan kelembapan kulit selama menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. | Guffe.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.