MEDAN, Radarjakarta.id – Sebuah video CCTV yang memperlihatkan sekelompok pria dan wanita mendatangi rumah kos dan menggedor pintu kamar penghuni viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi di kawasan Jalan Setia Budi, Gang Gereja Karo, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara.
Rekaman berdurasi sekitar satu menit tersebut memperlihatkan sekitar tujuh orang datang berkelompok ke area kos. Mereka terlihat berjalan dari satu kamar ke kamar lain sambil mengetuk bahkan menggedor pintu berulang kali, seolah berusaha memaksa penghuni membuka pintu.
Aksi tersebut langsung memicu kepanikan para penghuni kos, mayoritas mahasiswa, yang memilih tetap berada di dalam kamar karena merasa takut dengan kehadiran rombongan tak dikenal itu.
Video yang diunggah di media sosial kemudian disertai narasi mengejutkan. Dalam keterangan unggahan disebutkan kelompok tersebut diduga melakukan aksi pencurian dan bahkan mengancam penghuni menggunakan senjata tajam hingga korban kehilangan barang berharga.
Unggahan itu pun cepat menyebar luas dan menuai perhatian publik. Hingga Rabu (11/3/2026) malam, video tersebut telah disukai lebih dari seratus ribu pengguna media sosial dan memicu kekhawatiran warga sekitar kawasan kampus.
Namun, informasi yang beredar di media sosial belum sepenuhnya terbukti benar.
Pihak lingkungan setempat bersama aparat kepolisian langsung turun melakukan pengecekan setelah video tersebut viral. Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Sempakata, Julina Adhani Harahap, mengatakan pihaknya sudah mendatangi lokasi dan meminta keterangan para penghuni kos.
Menurutnya, berdasarkan keterangan para penghuni, rombongan tersebut memang datang dan mengetuk pintu kamar secara berulang-ulang hingga membuat penghuni ketakutan. Namun hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya pencurian maupun ancaman senjata tajam.
Julina menjelaskan, rombongan itu sebelumnya juga pernah datang dengan modus menawarkan bubuk abate atau pembasmi jentik nyamuk sambil mengaku melakukan penyuluhan kesehatan.
Namun, kedatangan kedua kalinya membuat penghuni kos merasa tidak nyaman karena mereka datang secara bergerombol dan mengetuk pintu secara terus-menerus.
“Penghuni kos memang takut karena mereka datang ramai-ramai dan mengetuk pintu berkali-kali. Tapi dari keterangan yang kami terima, tidak ada barang yang hilang,” ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan salah seorang warga sekitar, Martha Boru Banjaranahor. Ia mengatakan narasi yang menyebut adanya pencurian atau pengancaman belum terbukti.
“Penghuni tidak membuka pintu. Mereka hanya disuruh buka, tapi tidak ada yang mau. Tidak ada bukti barang hilang,” katanya.
Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Sunggal telah mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut dan mengumpulkan keterangan dari warga serta penghuni kos.
Polisi juga menelusuri rekaman CCTV guna memastikan kronologi kejadian yang sebenarnya.
Aparat mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi, serta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap orang asing yang datang ke lingkungan tempat tinggal.
Kasus ini masih dalam penyelidikan untuk memastikan apakah kedatangan rombongan tersebut hanya sebatas menawarkan produk atau memiliki tujuan lain yang mencurigakan.|Budi Pakecos*











