NGANJUK, Radarjakarta.id – Sebuah ledakan petasan hebat mengguncang rumah warga di Desa Drenges, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Insiden yang terjadi pada malam hari itu langsung menyita perhatian publik setelah video kondisi korban tersebar luas di media sosial.
Dua orang dilaporkan mengalami luka berat akibat ledakan tersebut. Rekaman video berdurasi lebih dari satu menit yang memperlihatkan korban tergeletak dengan tubuh berlumuran darah kini beredar luas dan memicu kehebohan di berbagai platform digital.
Video pertama kali mencuat setelah diunggah akun Instagram @Andreli_48 di platform Instagram. Tak butuh waktu lama, rekaman tersebut kemudian menyebar ke berbagai platform lain seperti Facebook, TikTok, hingga X, membuat peristiwa ini menjadi viral.
Detik-detik Ledakan Menggemparkan Warga
Dalam video yang beredar, terlihat dua korban terbaring di lokasi kejadian dengan kondisi luka serius. Beberapa warga tampak panik melihat situasi setelah ledakan keras yang diduga berasal dari petasan rakitan tersebut.
Peristiwa ini diduga terjadi saat aktivitas masyarakat masih berlangsung pada malam hari di Desa Drenges. Ledakan yang cukup kuat membuat warga sekitar terkejut dan langsung berhamburan menuju lokasi kejadian.
Hingga kini belum ada keterangan resmi terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut maupun identitas para korban. Namun berdasarkan informasi awal yang beredar di berbagai pencarian di Google Search, ledakan diduga berkaitan dengan aktivitas petasan yang kerap terjadi menjelang atau selama bulan Ramadan.
Viral, Warganet Banjiri Kolom Komentar
Setelah video tersebut menyebar luas, warganet langsung membanjiri kolom komentar dengan berbagai reaksi. Banyak yang menyayangkan masih seringnya insiden petasan terjadi di masyarakat.
Beberapa komentar yang ramai dikutip di media sosial antara lain:
“Gak kapok-kapok ya.”
“Dino ape wong gak enek sing ngerti.”
“Terus ke le ojok leren dung sirahe ucul seko awak.”
Komentar lain juga menyoroti bahaya petasan rakitan yang sering menimbulkan korban setiap tahun, terutama menjelang momen hari besar atau bulan Ramadan.
Fenomena Petasan yang Terus Berulang
Peristiwa di Nganjuk ini kembali menjadi pengingat bahwa penggunaan petasan, terutama yang dirakit secara manual, masih menjadi ancaman serius bagi keselamatan masyarakat.
Dalam berbagai kasus yang tercatat dan banyak dicari melalui pencarian daring, ledakan petasan tidak hanya menyebabkan luka berat, tetapi juga sering mengakibatkan kerusakan rumah hingga korban jiwa.
Kini publik menunggu klarifikasi resmi dari aparat setempat mengenai kronologi kejadian, kondisi terbaru korban, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian atau aktivitas pembuatan petasan yang memicu ledakan tersebut.
Insiden ini pun kembali memicu perdebatan di media sosial tentang perlunya pengawasan lebih ketat terhadap peredaran petasan yang berpotensi membahayakan masyarakat.| Harno*











