DEPOK, Radarjakarta.id – Abdul Bais resmiterpilih sebagai Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) periode 2026–2031 serta Wido Pratikno sebagai Sekretaris Jenderal.
Kongres yang digelar oleh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia pada 6 Maret berlangsung di tengah dinamika organisasi yang cukup tinggi.
Kegiatan yang awalnya dilaksanakan di Bunker Cafe sempat diwarnai aksi demonstrasi dari massa FSPMI yang mendatangi lokasi acara.
Aksi tersebut membuat jalannya kongres tidak dapat dilanjutkan di tempat semula.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, panitia akhirnya memindahkan lokasi kegiatan ke Grand Zuri Hotel agar agenda organisasi tetap dapat berjalan.
Setelah dipindahkan, forum kongres dilanjutkan sesuai agenda dan memasuki pembahasan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Agenda tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses konsolidasi organisasi di tengah berbagai dinamika yang terjadi sebelumnya.
Dalam forum tersebut, peserta mengangkat tema “Menjaga Prinsip Dasar Organisasi.” Tema itu dipilih sebagai respons terhadap pelaksanaan kongres pada Februari lalu yang oleh sebagian anggota dinilai belum sepenuhnya mencerminkan prinsip organisasi.
Bagi para peserta, Munaslub tidak hanya menjadi forum formal organisasi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kembali kepercayaan anggota terhadap mekanisme demokrasi internal serikat pekerja.
Salah satu agenda penting yang dibahas dalam Munaslub adalah perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Forum menyepakati sejumlah perubahan strategis, termasuk menghapus keterkaitan organisasi dengan Partai Buruh serta menghilangkan struktur Majelis Nasional dari sistem organisasi.
Perubahan tersebut dinilai sebagai langkah untuk menegaskan posisi organisasi sebagai serikat pekerja yang independen dan tidak terikat dengan kepentingan politik tertentu.
Selain itu, penyederhanaan struktur organisasi diharapkan dapat membuat kerja organisasi lebih efektif dalam memperjuangkan kepentingan anggota.
Kongres dan Munaslub tersebut juga mendapat perhatian dari sejumlah federasi serikat pekerja lain yang menyampaikan dukungan moral agar kepengurusan yang terbentuk dapat menjalankan organisasi sesuai regulasi dan menjaga independensi gerakan buruh.
Pada akhir forum, kongres menetapkan kepemimpinan baru organisasi dengan terpilihnya Abdul Bais sebagai Presiden FSPMI periode 2026–2031 serta Wido Pratikno sebagai Sekretaris Jenderal.
Presiden FSPMI terpilih, Abdul Bais kepada wartawan menegaskan komitmennya untuk memperkuat organisasi sekaligus menjaga independensi gerakan buruh.
“Kami ingin memastikan organisasi ini tetap berdiri di atas kepentingan anggota. FSPMI harus menjadi rumah perjuangan buruh yang kuat, demokratis, dan independen,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepengurusan baru akan fokus pada penguatan solidaritas pekerja serta memperjuangkan perlindungan hak dan peningkatan kesejahteraan anggota di berbagai sektor industri.











