JAKARTA, Radarjakarta.id – Fenomena tak biasa mulai terlihat di Terminal Kalideres, Jakarta Barat. Begitu Tunjangan Hari Raya (THR) cair, sejumlah warga langsung tancap gas mudik lebih awal demi menghindari lonjakan harga tiket dan kemacetan menjelang Lebaran.
Salah satunya Supriadi (38), warga Cengkareng yang mengaku langsung memanfaatkan uang THR untuk membeli tiket bus bagi keluarganya menuju Madiun, Jawa Timur.
“Alhamdulillah THR sudah cair minggu ini. Daripada nanti kepakai ke mana-mana, lebih baik langsung dipakai buat mudik,” ujar Supriadi saat ditemui di Terminal Kalideres, Sabtu (7/3/2026).
Menariknya, Supriadi justru tidak ikut berangkat hari ini. Ia hanya mengantar anak dan istrinya yang pulang lebih dulu ke kampung halaman.
Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi tradisi keluarga setiap tahun. Sang istri pulang lebih dulu untuk menemani ibunya yang tinggal sendirian di kampung.
“Di kampung mertua saya tinggal sendiri, sudah sepuh. Jadi biasanya memang dua minggu di Jakarta, dua minggu di kampung,” katanya.
Supriadi sendiri baru akan menyusul mudik mendekati Hari Raya Idul Fitri karena masih harus bekerja di Jakarta. Meski begitu, ia sudah siap menghadapi risiko harga tiket yang melonjak tajam.
“Biasanya saya pulang H-3. Tiket sudah mahal, tapi karena saya sendiri jadi masih bisa ditoleransi,” ujarnya.
Ia juga berharap perjalanan mudik tahun ini berjalan lancar tanpa kemacetan panjang.
“Semoga tiket tidak naik terlalu mahal dan jalanan tidak macet parah,” kata Supriadi.
Pedagang Pilih Kabur Lebih Dulu Demi Tiket Murah
Cerita serupa datang dari Herman (45), seorang pedagang yang memutuskan pulang lebih awal ke Purworejo, Jawa Tengah.
Berbeda dengan pekerja kantoran, Herman mengaku memiliki fleksibilitas waktu sehingga bisa langsung berangkat sebelum arus mudik memuncak.
“Saya pedagang, jadi bisa libur kapan saja. Lebih baik pulang sekarang, tiket masih murah,” katanya.
Herman mengungkapkan harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang ia beli dari perusahaan PO Sinar Jaya masih berada di kisaran normal, sekitar Rp250.000.
“Kalau sudah dekat Lebaran bisa sampai Rp400.000 bahkan lebih. Hampir dua kali lipat,” jelasnya.
Dengan berangkat lebih awal, ia merasa bisa menghemat cukup banyak biaya perjalanan.
Uang yang dihemat itu, kata Herman, akan ia gunakan untuk kebutuhan lain selama berada di kampung halaman.
“Mending uangnya buat tambahan jajan di kampung. Pulang sekarang juga enak, tol masih lancar dan badan tidak terlalu capek,” tuturnya.
Mudik Awal Jadi Tren Baru
Fenomena mudik lebih awal mulai menjadi strategi banyak warga. Selain menghindari harga tiket yang melonjak, perjalanan juga dinilai lebih nyaman karena belum terjadi kepadatan arus kendaraan.
Terminal Kalideres pun mulai ramai oleh penumpang yang memilih pulang sebelum puncak arus mudik terjadi.
Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin arus mudik tahun ini akan tersebar lebih merata dan tidak hanya menumpuk pada hari-hari terakhir sebelum Lebaran.***











