Ketua Koperasi Merah Putih Demangan Kritik Rencana Pembentukan Wamira

Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Demangan, Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP. (Foto: Ist)
banner 468x60

Ketua Koperasi Merah Putih Demangan Kritik Rencana Pembentukan Wamira

YOGYAKARTA, Radarjakarta.id – Rencana pembentukan Warung Milik Rakyat (Wamira) di 45 kelurahan se-Kota Yogyakarta yang digagas Wali Kota Hasto Wardoyo mendapat sorotan dari Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Demangan, Antonius Fokki Ardiyanto, S.IP.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Antonius menilai kebijakan tersebut berisiko tidak efektif karena hadir di tengah belum optimalnya dukungan pemerintah daerah terhadap Koperasi Merah Putih. Padahal, koperasi tersebut merupakan bagian dari strategi ekonomi kerakyatan nasional yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat basis ekonomi rakyat.

Ia memaparkan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah persoalan mendasar dalam penguatan koperasi di tingkat kelurahan. Dukungan permodalan dinilai belum memadai, sistem distribusi sembako dan akses rantai pasok belum terintegrasi, serta penguatan digitalisasi dan pemasaran koperasi belum menjadi prioritas kebijakan yang konkret.

“Dalam kondisi seperti ini, membentuk entitas baru justru berpotensi menimbulkan tumpang tindih kebijakan dan pemborosan sumber daya,” ujar Antonius dalam keterangan resminya, Senin (23/2/2026).

Menurutnya, apabila tujuan Wamira adalah memperkuat distribusi kebutuhan pokok dan ekonomi warga, maka konsep tersebut seharusnya diintegrasikan ke dalam Koperasi Merah Putih sebagai gerai operasional di setiap kelurahan, bukan dibangun sebagai struktur terpisah.

Model integrasi dinilai lebih efisien dan strategis karena menghindari duplikasi kelembagaan, memperkuat tata kelola distribusi sembako secara kolektif dan transparan, membangun ekosistem ekonomi rakyat yang terintegrasi dari hulu ke hilir, dan menjaga keselarasan antara kebijakan daerah dan arah strategis nasional.

Antonius menegaskan, keberpihakan pada rakyat kecil tidak cukup diwujudkan melalui penciptaan program atau istilah baru. Yang lebih penting adalah konsistensi dalam memperkuat kelembagaan ekonomi rakyat yang sudah dirintis.

Ia pun mendesak Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengevaluasi secara menyeluruh konsep Wamira agar tidak menimbulkan fragmentasi kebijakan dan potensi persaingan antar-instrumen ekonomi rakyat.

“Koperasi Merah Putih adalah fondasi. Jika Wamira ingin dihadirkan, maka posisinya harus menjadi penguat, bukan tandingan,” tegasnya.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.