Jakarta, RadarJakarta.id – Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (12/1/2026) dini hari menyebabkan banjir di sejumlah wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat hingga siang hari, 22 rukun tetangga (RT) dan 33 ruas jalan tergenang.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi yang turun sejak subuh, disertai luapan sejumlah sungai, terutama Kali Krukut.
“Hujan deras menyebabkan genangan banjir di beberapa wilayah. Seluruh titik saat ini masih dalam penanganan,” kata Yohan, Senin.
BPBD mencatat Jakarta Selatan menjadi wilayah terdampak paling luas dengan 19 RT tergenang. Genangan terjadi di Kelurahan Cilandak Barat, Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, dan Cilandak Timur. Ketinggian air bervariasi dari 40 cm hingga 95 cm.
Sementara itu, di Jakarta Utara, banjir merendam dua RT di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian air sekitar 20 cm. Hingga kini belum ada laporan pengungsian warga.
Selain permukiman, banjir juga menggenangi 33 ruas jalan yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Sejumlah ruas jalan yang terdampak antara lain Jalan Anggrek di Rawa Badak Utara, Jalan Walang Baru VII A di Tugu Utara, Jalan Rorotan 10, dan Jalan Taman Stasiun di Tanjung Priok.
Genangan air menyebabkan arus lalu lintas melambat dan mengganggu aktivitas warga. Dampak banjir juga dirasakan pada layanan Mikrotrans. Sejumlah rute menghentikan sementara layanan di beberapa titik akibat genangan di jalur yang dilalui.
Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta Tjahyadi DPM mengatakan genangan air memicu kepadatan lalu lintas dan keterlambatan layanan.
“Akibat genangan air, terjadi kepadatan lalu lintas sehingga berdampak pada keterlambatan kedatangan bus dan Mikrotrans,” ujarnya.
BPBD DKI Jakarta menyatakan petugas gabungan telah dikerahkan untuk melakukan penyedotan air dan penanganan genangan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan diminta menghubungi layanan darurat 112 jika membutuhkan bantuan.











