SEA Games 2025: Indonesia Raih Hasil Terbaik

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Thailand menjadi saksi kebangkitan dahsyat olahraga Indonesia. Kontingen Merah Putih tak sekadar pulang membawa medali dari SEA Games 2025, tetapi juga mengguncang Asia Tenggara hingga level dunia dengan rentetan rekor yang membuat negara pesaing hanya bisa terpana.

Indonesia menutup pesta olahraga dua tahunan ini sebagai runner-up klasemen akhir, namun dengan capaian yang justru mencatat sejarah. 91 medali emas, 112 perak, dan 130 perunggu menjadi raihan terbaik Indonesia dalam 30 tahun terakhir saat berlaga di luar negeri. Lebih dari sekadar angka, hasil ini menegaskan satu pesan: Indonesia telah melampaui level regional.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Sorotan utama tertuju pada Rizki Juniansyah, lifter asal Banten yang tampil bak mesin penghancur rekor. Bertanding di kelas 79 kg putra, Rizki memecahkan dua rekor dunia sekaligus dalam satu laga. Angkatan clean and jerk 205 kg serta total angkatan 365 kg bukan hanya mengantar emas, tetapi juga menajamkan rekor dunia yang sebelumnya ia cetak di Norwegia. Dunia angkat besi kembali menyebut satu nama: Indonesia.

Dari arena tembak, Muhammad Iqbal Raja Prabowo ikut mengukir sejarah. Skor 582 di nomor 10 meter air pistol putra menyamai rekor SEA Games milik legenda Vietnam, Hoang Xuan Vinh, yang bertahan selama satu dekade penuh. Catatan ini menjadikan Indonesia sejajar dengan elite penembak Asia Tenggara.

Lapangan atletik tak mau ketinggalan. Diva Renata Jayadi mencatat lompatan maut setinggi 4,35 meter di nomor lompat galah putri. Rekor SEA Games milik atlet Filipina Natalie Uy yang bertahan sejak 2019 resmi tumbang, sekaligus mempertegas dominasi baru Indonesia di sektor atletik.

Di balik ledakan prestasi tersebut, ada kebijakan berani dari Presiden Prabowo Subianto yang menjadi bahan perbincangan Asia Tenggara. Bonus Rp1 miliar untuk setiap medali emas SEA Games 2025 resmi menjadi yang terbesar sepanjang sejarah SEA Games. Nilai ini melonjak hampir dua kali lipat dibandingkan edisi sebelumnya.

Secara global, bonus emas Indonesia berada di puncak tanpa pesaing. Jika dikonversi, atlet Indonesia menerima sekitar 59.595 dolar AS per emas, jauh meninggalkan Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia, hingga Vietnam. Selisihnya bukan lagi tipis, melainkan jurang lebar.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memastikan anggaran bonus telah mendapat restu Kementerian Keuangan dan akan ditransfer langsung ke rekening atlet pada awal 2026. Ia menekankan agar bonus tersebut tidak dihamburkan, melainkan dijadikan tabungan masa depan mengingat usia karier atlet yang relatif singkat.

“Gunakan untuk investasi. Asuransi, tanah, atau properti. Jangan untuk foya-foya,” tegas Erick.

Total 1.021 atlet Indonesia merasakan langsung dampak kebijakan ini. Hasilnya nyata: target 80 emas dari pemerintah terlampaui, bahkan menjadi perolehan emas terbanyak ketiga Indonesia sepanjang sejarah SEA Games di luar kandang, melampaui capaian SEA Games 1993 di Singapura.

Meski rincian bonus perak, perunggu, serta pembagian untuk nomor beregu dan pelatih masih menunggu keputusan resmi, satu hal tak terbantahkan: SEA Games 2025 menjadi tonggak kebangkitan olahraga Indonesia.

Bukan hanya karena medali, melainkan karena mental juara, keberanian memecahkan rekor dunia, dan keberpihakan negara pada atletnya. Asia Tenggara kini tahu, Indonesia bukan sekadar peserta—Indonesia adalah ancaman serius di setiap arena.|Daffa*

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.