Kapolri Mutasi Kapolres Jakpus dan Jaksel, Ini Daftar Pejabat Barunya

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Gelombang besar penyegaran mengguncang institusi Polri di penghujung tahun. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menggerakkan rotasi masif dengan memutasi 1.086 personel dari berbagai level jabatan, mulai dari perwira tinggi hingga perwira menengah, dalam langkah yang disebut sebagai salah satu mutasi terbesar sepanjang 2025.

Keputusan strategis ini tertuang dalam lima Surat Telegram Kapolri tertanggal 15 Desember 2025, yang menjadi sinyal kuat bahwa Polri tengah mempersiapkan formasi baru menghadapi tantangan keamanan nasional dan dinamika sosial yang kian kompleks.

Bacaan Lainnya
banner 300x250

Rinciannya, mutasi tersebut meliputi 74 perwira tinggi, 1.012 perwira menengah, dengan klasifikasi kebutuhan organisasi, promosi jabatan, hingga rangkaian pergeseran struktural. Seluruh telegram ditandatangani oleh Asisten SDM Polri atas nama Kapolri, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan keputusan terpusat dan terukur.

Sorotan publik tertuju pada pergantian pucuk pimpinan dua wilayah paling strategis di Indonesia: Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro resmi meninggalkan kursi Kapolres Metro Jakarta Pusat dan dipromosikan menjadi Penyidik Tindak Pidana Utama TK II Bareskrim Polri. Posisi yang ditinggalkannya kini diisi oleh Kombes Reynold E.P. Hutagalung.

Sementara itu, Jakarta Selatan memasuki era kepemimpinan baru. Kombes Pol I Putu Yuni Setiawan, yang sebelumnya menjabat Kasubdit Sumber Daya Alam Direktorat Ekonomi Baintelkam Polri, dipercaya mengemban jabatan Kapolres Metro Jakarta Selatan. Ia menggantikan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly yang mendapat promosi sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK II di Sespim Lemdiklat Polri.

Nama Putu Yuni bukan sosok asing di internal Polri. Lulusan Akpol 1999 ini dikenal berpengalaman, pernah memegang jabatan strategis mulai dari Kapolres Kutai Barat, penyidik Bareskrim, hingga pejabat utama Divpropam. Penunjukannya dinilai sebagai sinyal penguatan pengamanan wilayah urban yang sarat tantangan sosial, ekonomi, dan politik.

Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa mutasi besar-besaran ini bukan sekadar rotasi rutin. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari pembinaan karier, penyegaran organisasi, dan strategi memperkuat profesionalisme Polri agar lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Mutasi adalah dinamika yang wajar dalam tubuh Polri. Tujuannya bukan hanya promosi jabatan, tetapi memastikan pelayanan publik berjalan optimal dan tantangan tugas ke depan dapat dijawab dengan lebih baik,” tegas Trunoyudo di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).

Dengan perombakan struktur yang masif ini, Polri seolah mengirim pesan tegas: 2026 akan dihadapi dengan formasi baru, energi baru, dan komando yang lebih siap tempur. Publik kini menanti, apakah mutasi besar ini akan benar-benar berdampak pada peningkatan kinerja dan kepercayaan masyarakat.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.