TANGSEL, Radarjakarta.id – DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan memperingati Hari Tani Nasional dengan menggelar kegiatan refleksi dan aksi nyata mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok tani baru, meski berada di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan.
Dalam peringatan yang dihadiri jajaran pengurus, kader, dan masyarakat, PDIP Tangsel menegaskan pentingnya kedaulatan pangan sebagai amanat konstitusi sekaligus bagian dari perjuangan ideologis partai. Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tangsel, Wanto Sugito, menekankan bahwa semangat bertani harus tetap hidup meski di tengah modernisasi perkotaan.
“Di Tangsel lahan pertanian memang terbatas, tetapi bukan berarti kita kehilangan tradisi bertani. Justru di lahan-lahan sempit, pekarangan rumah, dan ruang terbuka kecil kita bisa mengembangkan urban farming dan hidroponik. Inilah bentuk gotong royong menjaga ketahanan pangan,” ujar Wanto yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel ini.
Melalui momentum Hari Tani Nasional ini, PDIP Tangsel mengajak masyarakat membentuk kelompok tani perkotaan yang mengelola lahan sempit secara produktif. Gerakan ini tidak hanya menghasilkan pangan sehat bagi keluarga, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi sosial, pendidikan lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi warga.
Selain itu, PDIP Tangsel menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pemerintah daerah maupun pusat agar memberikan perlindungan dan dukungan nyata bagi petani, termasuk mereka yang berprakarsa di perkotaan.
Dengan tema besar “Bumi Lestari, Petani Berdikari”, peringatan ini diharapkan menjadi tonggak kesadaran bersama bahwa kedaulatan pangan tidak hanya ditentukan oleh luasnya sawah, melainkan oleh semangat gotong royong rakyat yang menjaga bumi dan mengolahnya secara berkelanjutan.|Bemby*











