Sinta Nuriyah Gus Dur Jenguk Delpedro, Desak Aktivis Bebas

banner 468x60

JAKARTA, Radarjakarta.id – Istri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah Wahid, mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa (23/9/2025). Kehadirannya bersama sejumlah tokoh nasional dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) menjadi sorotan karena menunjukkan kepedulian terhadap penahanan enam aktivis, termasuk Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen.

Sinta tiba di Mapolda Metro Jaya bersama jajaran tokoh berpengaruh, di antaranya mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, eks Ketua KPK Erry Riyana Hardjapamekas, putri Gus Dur Inayah Wulandari Wahid, akademisi Karlina R. Supelli, Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom, cendekiawan Komaruddin Hidayat, hingga Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara.

Sesampainya di Gedung Promoter, rombongan GNB langsung disambut hangat oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bersama Wakapolda Brigjen Dekananto Eko Purwono. Sinta sempat menyapa dengan singkat, “Selamat pagi semuanya,” sebelum kemudian memasuki ruang pertemuan.

6 Aktivis Jadi Tersangka

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan penghasutan dalam aksi demonstrasi. Mereka adalah:

1. Delpedro Marhaen (DMR) – Direktur Lokataru, admin Instagram @lokataru_foundation.

2. Muzaffar Salim (MS) – staf Lokataru, admin @blokpolitikpelajar.

3. Syahdan Husein (SH) – admin @gejayanmemanggil.

4. Khariq Anhar (KA) – admin @AliansiMahasiswaPenggugat.

5. RAP – admin @RAP, diduga membuat tutorial bom molotov dan menjadi koordinator lapangan.

6. Figha Lesmana (FL) – admin TikTok @fighaaaaa.

Sinta Nuriyah: Mereka Adalah Anak Bangsa

Dalam pernyataannya, Sinta mengaku prihatin terhadap penahanan para aktivis tersebut. Ia menilai generasi muda seperti Delpedro dkk merupakan penerus perjuangan bangsa.

“Mereka adalah anak-anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan bangsa ini. Mereka ingin menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara berdaulat, bebas bersuara, bebas berpendapat,” tegas Sinta.

Ia menyebut bahwa kasus ini bisa saja berawal dari kesalahpahaman atas pernyataan atau tindakan yang dianggap melanggar.
“Mungkin ada satu-dua kata yang melenceng sehingga mereka mendapat perlakuan seperti ini,” ujarnya.

Desakan Pembebasan Aktivis

Kehadiran GNB ke Polda Metro Jaya disebut sebagai bentuk solidaritas sekaligus dorongan agar para aktivis yang ditahan segera dibebaskan.

“Tujuan kami datang kemari adalah untuk meluruskan semua ini dan membebaskan mereka. Karena mereka adalah anak bangsa yang berjuang untuk kemanusiaan dan Indonesia,” pungkas Sinta.***

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60
Temukan berita-berita terbaru dan terpercaya dari radarjakarta.id di GOOGLE NEWS. Untuk Mengikuti silahkan tekan tanda bintang.