JAKARTA, Radarjakarta.id – Sebuah langkah strategis ditempuh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Pusat. Lembaga ini resmi menjalin sinergi dengan Kelompok Kerja (Pokja) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Wali Kota Jakarta Pusat usai menggelar audiensi, Senin (8/9).
Kepala BPN Jakarta Pusat, Firman Ariefiansyah Singagerda, menegaskan media bukan sekadar pelengkap, melainkan mitra vital yang menentukan keberhasilan lembaga pertanahan.
“BPN tidak bisa berjalan sendiri. Kami butuh wartawan untuk menjadi corong informasi yang kredibel bagi masyarakat,” tegas Firman.
Ia menambahkan, kolaborasi dengan insan pers menjadi penopang transparansi, sekaligus cara untuk melawan disinformasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Pokja PWI Jakpus, Helmi AR, menegaskan komitmen wartawan untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal program ATR/BPN.
“Kami hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tapi juga memastikan publik mendapat informasi jernih, tajam, dan membangun,” kata Helmi, memperkenalkan pengurus barunya yang baru setahun dilantik.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu menghasilkan kesepakatan penting: sinergi pemerintah dan media tidak lagi sebatas wacana, melainkan langkah nyata membangun Jakarta Pusat yang lebih transparan.
Kolaborasi ini dipandang sebagai game changer di tengah derasnya arus berita hoaks, kemitraan BPN dan Pokja PWI diyakini akan menjadi benteng informasi yang sahih bagi publik.|Helmi*
BPN dan Pokja PWI Sepakat, Media Jadi Senjata Lawan Mafia Tanah










