BOGOR, Radarjakarta.id — Musibah besar melanda Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (5/7/2025), usai hujan deras mengguyur wilayah tersebut sejak sore hingga malam. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat total 48 titik bencana tersebar di 35 desa/kelurahan di 18 kecamatan, dengan dampak signifikan terhadap masyarakat, infrastruktur, dan keselamatan warga.
Jenis bencana yang terjadi meliputi 32 titik longsor, 9 banjir, 3 angin kencang, 2 pergerakan tanah, serta 1 kasus pencarian orang hilang. Sebanyak 449 jiwa dari 108 kepala keluarga terdampak, sementara tiga warga meninggal dunia, satu luka-luka, dan satu lainnya masih dalam pencarian.
Korban Jiwa dan Dampak Longsor
Korban pertama atas nama Muhammad Resa (22) ditemukan meninggal dunia di Desa Megamendung. Ia sempat dilaporkan hilang sebelum akhirnya ditemukan tertimbun longsor. Sementara di Desa Ciburial, dua warga dilaporkan tertimbun tanah dan masih dalam pencarian. Satu korban lainnya, Suhendar (22), mengalami luka ringan.
Tanah longsor terjadi di berbagai lokasi termasuk:
• Kampung Babakan Raya, Dramaga
• Kampung Kandang, Kemang
• Kampung Pasar Rebo Citaville, Ciampea
• Kampung Rawasedek, Megamendung
• Kampung Kabandungan dan Kampung Ciomas, Tamansari
• Jalan Cagak, Leuwisadeng
Kerusakan akibat longsor mencakup 3 akses jalan dan 4 rumah warga, termasuk dua rumah rusak berat di Tugu Selatan dan Tugu Utara yang terdampak luapan air dari Rest Area Gunung Mas.
Banjir dan Evakuasi Pendaki
Banjir melanda beberapa lokasi, seperti:
• Desa Sadeng, Leuwisadeng
• Desa Laladon, Ciomas
• Desa Sirnagalih, Tamansari
• Desa Bojongkoneng, Babakan Madang
Di Desa Bojongkoneng, banjir sempat memutus jalur pendakian hingga membuat sejumlah pecinta alam tidak bisa turun. Beruntung, mereka berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Secara keseluruhan, 197 jiwa dari 46 KK terdampak banjir, dengan puluhan rumah terendam dan satu tempat ibadah terdampak. 5 KK (24 jiwa) mengungsi akibat kerusakan berat pada tempat tinggal mereka.
Respons Cepat Pemerintah
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama. “Penanganan darurat harus cepat. Evakuasi, distribusi logistik, dan pemulihan pasca-bencana harus berjalan terpadu dan responsif,” ujarnya di lokasi penanganan.
Pemerintah Kabupaten Bogor bersama BPBD Jabar, Tim Reaksi Cepat (TRC), Tim Mata Garuda, serta unsur Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan relawan telah dikerahkan ke lapangan. Mereka melakukan:
– Evakuasi korban
– Distribusi logistik darurat
– Inventarisasi kerusakan
– Pendirian posko di kecamatan terdampak
Bantuan yang Telah Disalurkan
Pemerintah telah menyalurkan bantuan berupa:
Bahan pangan: beras, makanan siap saji, sarden, kornet, biskuit, abon
Perlengkapan darurat: selimut, sarung, popok anak, kasur, terpal
Posko layanan dan informasi juga dibuka di wilayah-wilayah terdampak. Warga diimbau tetap waspada terhadap cuaca ekstrem, khususnya di wilayah rawan longsor dan banjir.
“Kami mengimbau masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda bencana. Hubungi layanan darurat 112 untuk penanganan cepat,” tambah Rudy.
Musibah ini menjadi pengingat betapa pentingnya kesiapsiagaan terhadap bencana alam di wilayah rawan seperti Kabupaten Bogor. Upaya tanggap darurat, sinergi pemerintah dan masyarakat, serta kewaspadaan kolektif menjadi kunci untuk meminimalkan korban dan kerusakan.
Bencana Longsor dan Banjir di Bogor, 3 Warga Meninggal Dunia










