RADAR JAKARTA | Jakarta – Di tengah tantangan zaman dan meningkatnya jumlah penduduk lansia di Indonesia, semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kaum lanjut usia kembali digaungkan.
Srikandi Tenaga Pembanginann (TP) Sriwijaya, organisasi perempuan yang peduli terhadap pemberdayaan masyarakat, menegaskan komitmennya dalam memperjuangkan kesejahteraan lansia melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29 yang digelar penuh semangat dan makna di Hotel Azana Suite Antadari, Jakarta, Minggu (1/6/2025).
Mengusung tema “Srikandi TP. Sriwijaya Berdaya, Bahagiakan Diri dan Masyarakat”, kegiatan ini menjadi refleksi nyata atas peran aktif perempuan dalam membangun Indonesia yang inklusif dan ramah usia. Tema tersebut pun selaras dengan tema nasional HLUN 2025: “Lansia Bahagia, Indonesia Sejahtera.”
Ketua Umum Srikandi TP. Sriwijaya, Nyimas Aliah, SE, S.Sos, M.Ikom, membuka acara dengan sambutan hangat yang penuh apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan:
“Semoga segala bentuk bantuan dan dukungan mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT. Ini bukan hanya acara seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian kita terhadap lansia.”
Sejak terbentuknya kepengurusan periode 2021–2026, organisasi ini secara konsisten memperingati HLUN setiap tahunnya, selain juga memperingati Hari Ibu dan Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan.
Tahun ini menjadi tahun keempat Srikandi TP. Sriwijaya aktif menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan hak-hak lansia.
Mengutip data BKKBN dan BPS, Nyimas Aliah menyoroti bahwa saat ini Indonesia memiliki sekitar 32,4 juta lansia, atau sekitar 12% dari total populasi, dengan mayoritas adalah perempuan.
Kondisi ini mengungkap fakta memprihatinkan bahwa 80% lansia hidup di rumah tangga berpenghasilan di bawah Rp50.000 per hari, dan 14% perempuan lansia hidup sendiri tanpa dukungan.
“Menuju Indonesia Emas 2045, lansia diprediksi mencapai 20% dari total penduduk. Ini tantangan besar, tapi juga peluang emas bagi kita semua untuk menciptakan masyarakat yang benar-benar ramah lansia,” tegas Nyimas Aliah.
Peringatan HLUN ke-29 tahun ini semakin spesial dengan peluncuran Sekolah Lansia Srikandi TP. Sriwijaya sebuah program inovatif yang akan memberdayakan lansia secara menyeluruh.
Tak hanya dalam aspek kesehatan, tetapi juga mencakup keterampilan sosial, ekonomi, hingga pemahaman teknologi.
Program ini diharapkan menjadi model inspiratif di lima provinsi kawasan Belajasumba, seperti Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan sekitarnya yang tercatat memiliki jumlah lansia cukup tinggi di Indonesia.
Acara ini turut dihadiri oleh Deputi BKKBN, Bapak Nopian Andusti, SE, dan Direktur Sekolah Ramah Lansia DKJ, dr. Soeharijanto Ary Soekadi, MPsiT, yang menandai komitmen kuat antara masyarakat sipil dan pemerintah dalam membangun sistem pendukung bagi lansia.
“Inisiatif seperti ini adalah bentuk konkret dari semangat gotong royong untuk menciptakan lansia yang mandiri, sehat, dan bahagia,” ujar dr. Soeharijanto dalam sesi diskusi panel.
Nyimas Aliah juga menekankan pentingnya memberikan ruang bagi lansia untuk terus berkontribusi, baik sebagai kader Posyandu, pendidik PAUD, penggerak lingkungan, maupun mitra dalam program-program pemberdayaan keluarga seperti Gerakan Sayang Ibu.
“Usia bukanlah penghalang untuk berkarya. Justru, pengalaman dan keteladanan para lansia menjadi inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya penuh semangat.
Kegiatan ini turut menghadirkan berbagai tokoh nasional dan pemuka masyarakat, di antaranya: Ketua Panitia: Dra. Hj. Halyana Mahmud, Sekjen TP. Sriwijaya Pusat: Drs. H. Yahya Maya Sakti, Waketum I: Bapak Ahmad Fauzan, SH. MH & Ir. Iwan As’ari, Moderator: Dr. Sri Sundari, SE. MM dan dr. Lili Mofida SpOG
Narasumber: Ustadz Zacky Mirza, LC dan Dr. Ida Jaya Ihsan, SE. MM
Selain itu, jajaran lengkap Srikandi TP. Sriwijaya, dari Ketua Harian hingga para Ketua Departemen, turut menyukseskan acara ini dengan penuh antusiasme.
Di penghujung acara, Nyimas Aliah memberikan pesan inspiratif yang menjadi penutup penuh makna: “Meski usia bertambah, semangat kita tak pernah padam. Lansia Srikandi TP. Sriwijaya, tetap berkarya dan menginspirasi! Usia hanyalah angka, semangatlah yang menentukan.”
Melalui momentum HLUN ke-29 ini, Srikandi TP. Sriwijaya membuktikan bahwa keberadaan lansia bukan hanya untuk dirawat, melainkan juga untuk dihargai, didengar, dan diberdayakan.
Sebab dalam pengalaman merekalah, terkandung kebijaksanaan untuk membimbing generasi penerus menuju masa depan Indonesia yang lebih sejahtera dan berkeadilan. | Guffe*










